Ribuan Kendaraan Pelat Merah di Cianjur Belum Bayar Pajak

207
Ilustrasi - kendaraan dinas pelat merah. dok CDN

CIANJUR — Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Provinsi Jawa Barat Wilayah Cianjur mencatat ribuan kendaraan berpelat merah milik Pemerintah Kabupaten Cianjur belum juga membayar pajak.

“Jumlahnya mencapai 1.500 unit kendaraan dengan jenis roda dua dan empat pelat merah yang belum membayar pajak, meskipun jumlahnya berkurang dibanding tahun sebelumnya,” kata Iwan Priatna, Kepala P3D Wilayah Cianjur kepada wartawan, di Cianjur, Senin.

Guna menekan angka tersebut, pihaknya bersama dengan Polres Cianjur menggelar operasi di sejumlah titik secara acak. Pasalnya potensi pajak kendaraan roda dua dan roda empat di Cianjur mencapai 500 ribu unit.

Target operasi tersebut adalah meningkatkan kesadaran warga untuk taat membayar pajak kendaraan tepat waktu, karena saat ini pihaknya telah membuka layanan pajak kendaraan di wilayah selatan tepatnya di Kecamatan Cibinong, dan pembayaran secara online.

“Warga juga dapat membayar pajak pada tujuh bank yang sudah ditunjuk secara online, sehingga warga dapat dengan mudah membayar pajak kendaraan tanpa harus mengantre di Kantor Samsat Cianjur,” katanya lagi.

Hingga saat ini, ujar dia, kendaraan tidak melakukan daftar ulang (KTMDU) mencapai 140 ribu unit, sehingga pihaknya menggelar operasi gabungan KTMDU dilaksanakan empat kali dalam setahun.

Operasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran warga membayar pajak kendaraan tepat waktu dengan menyediakan fasilitas pelayanan pembayaran pajak secara mudah.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Rendi Setia Permana mengatakan, operasi gabungan bersama Samsat Cianjur untuk meningkatkan kesadaran warga membayar pajak kendaraan yang akan digunakan bagi pembangunan daerah.

“Kami akan terus membantu Samsat Cianjur untuk meningkatkan pajak dengan menggelar operasi gabungan KTMDU yang digelar pada beberapa titik secara acak. Operasi tersebut untuk mengingatkan warga akan pentingnya membayar pajak,” katanya pula.[ant]

Baca Juga
Kota Bekasi Potong 40 persen Operasional ASN BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memberlakukan pemotongan dana operasional Aparatur Sipil Negara (ASN) 40 persen. Hal itu dilakukan dalam rangka, mendo...
Lima Kamar Kos di Sukabumi Porak Poranda Tertimpa ... SUKABUMI, JABAR --- Sebanyak lima unit kamar kos yang berada di Kampung Cikiray, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat porak poranda pada bagian atapnya akib...
Wali Kota Bekasi Minta Dana Perimbangan Daerah Dit... BEKASI - Wali Kota Bekasi terpilih, Rahmat Effendi, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, lebih serius memperhatikan Kota Patriot sebagai ...
Sekolah Ibu, Upaya Perlindungan Perempuan Lewat Ed... BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat, meningkatkan kualitas peranan perempuan dalam pembangunan dan kehidupan masyarakat sehari-hari, melalui prog...
Program KS Bentuk Tanggung Jawab Negara kepada Rak... BEKASI  - Wali Kota Bekasi terpilih, Rahmat Effendi, menjanjikan dalam pemerintahannya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Hal itu sesuai t...
Kepala Daerah Diminta Jaga Tiga Barometer Penilaia... BANDUNG – Kepala daerah tingkat kota dan Kabupaten diharapkan dapat menjaga integritas, profesionilitas dan ikhlas melayani. Ke-tiga sikap itu, menjad...
Tuntut Pilkades Ulang, Warga 7 Desa Geruduk Kantor... Bekasi – Ratusan warga dari tujuh desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi, menggelar aksi demo, mendatangi Kantor Pemkab Bekasi di Deltamas Cik...