Rindu Baitullah, Kisah Hana yang Dapat Hadiah Umrah

Editor: Satmoko

446

JAKARTA – Film menjadi salah satu media yang efektif untuk menyampaikan sebuah pesan. Demikian yang membuat Nur Anwar Amin yang akrab disapa Adjie Nung itu memantapkan diri untuk memproduseri film ‘Rindu Baitullah’.

Sebuah film yang diangkat dari kisah nyata seorang wanita bernama Hana yang mendapat door prize atau hadiah Umrah di Acara Wisata Haji 2000, jamaah yang diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi.

“Memproduseri film ini, saya menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat melalui visualisasi,“ kata Adjie Nung kepada Cendana News saat acara syukuran film ‘Rindu Baitullah’ di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (1/4/2018).

Ustadz kelahiran Bekasi, 5 Januari 1975 itu menerangkan, karena dengan menonton film, orang tentu cepat dapat menyerap pesan yang kita sampaikan.

Nur Anwar Amin (Adjie Nung) memegang mik bersama para pemain film ‘Rindu Baitullah’ (Foto Akhmad Sekhu)

“Ketika selesai menonton film di bioskop, orang langsung cepat dapat menceritakan mengenai apa yang ditontonnya. Berbeda dengan membaca tentu butuh berulangkali untuk memahaminya,“ terangnya.

Dengan memproduseri film ini, Adjie Nung mengaku ingin bisa mewariskan yang abadi, yaitu di antaranya buku maupun film.

“Sekarang yang baru saya kerjakan ini adalah film,“ ujarnya.

Selain sebagai produser, Adjie Nung juga turut menjadi pemain.

“Saya berperan sebagai ustadz. Memang dalam film ini semua memakai nama asli. Karakter ustadz adalah orang yang memberikan solusi ketika ada masyarakat yang mempunyai masalah, di antaranya masalah perjalanan melakukan ibadah umrah ke Baitullah,“ paparnya panjang lebar.

Sudah banyak film yang menceritakan tentang ibadah haji maupun umrah, seperti di antaranya Emak Ingin Naik Haji (2009). Adjie Nung menegaskan film ‘Rindu Baitullah’ istimewanya berdasarkan fakta yang sebenarnya.

“Karena mengangkat orisinalitas itu punya ruh tersendiri,“ tegasnya.

Film ‘Rindu Baitullah’ diangkat dari kisah orang yang mendapat door prize umrah. Jamaah yang hadir sekitar 4000 orang, tapi yang mendapat door prize hanya satu orang.

“Ini yang membuat saya mantap bahwa kisah inspiratif ini memang layak difilmkan,“ tandasnya.

 

Baca Juga
Garap Skenario Opera Ainun, Murni dari Buku Habibi... JAKARTA - Titien Wattimena termasuk salah seorang penulis skenario handal yang banyak menulis skenario film sejak tahun 2004 dengan skenario film ‘Men...
Giri Basuki, Ungkap Kedamaian yang Hilang JAKARTA - Giri Basuki termasuk seniman yang cukup aktif berpameran, baik pameran lukisan tunggal maupun pameran lukisan bersama. Ia gelisah dengan kea...
Donny Kesuma, Artis yang Peduli Kemajuan Sofbol-Bi... JAKARTA - Nama seorang selebritas di dunia industri hiburan tentu tidak asing terdengar. Namun siapa sangka di balik popularitasnya lantaran acap nong...
Dancing in The Rain, Rudy Aryanto Tunjukkan Kekhas... JAKARTA - Rudy Aryanto termasuk salah seorang sutradara muda berbakat yang sangat serius dalam menggarap film. Ia tampak tak main-main dengan konsep p...
Ayasa, Pemain Biola Jepang, Rindu Sayur Kangkung JAKARTA - Pemain biola asal Jepang, Ayasa, sangat ingin menyantap sayuran khas Indonesia yakni kangkung. "Saya ingin mencoba untuk mencicipi kangku...
Penjual Pernak-pernik Suporter Asian Games, Laris ... JAKARTA - Ajang olahraga terbesar se-Asia yakni Asian Games, hampir usai. Indonesia sebagai tuan rumah menduduki peringkat ke-4 dengan perolehan 30 me...
Indonesia Kekurangan Sejarawan Seni JAKARTA - Bonnie Triyana termasuk sejawaran muda yang kritis dan sangat peduli dengan heritage, warisan sejarah yang tak ternilai harga dan memang pat...