banner lebaran

Rindu Baitullah, Kisah Hana yang Dapat Hadiah Umrah

Editor: Satmoko

370

JAKARTA – Film menjadi salah satu media yang efektif untuk menyampaikan sebuah pesan. Demikian yang membuat Nur Anwar Amin yang akrab disapa Adjie Nung itu memantapkan diri untuk memproduseri film ‘Rindu Baitullah’.

Sebuah film yang diangkat dari kisah nyata seorang wanita bernama Hana yang mendapat door prize atau hadiah Umrah di Acara Wisata Haji 2000, jamaah yang diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi.

“Memproduseri film ini, saya menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat melalui visualisasi,“ kata Adjie Nung kepada Cendana News saat acara syukuran film ‘Rindu Baitullah’ di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (1/4/2018).

Ustadz kelahiran Bekasi, 5 Januari 1975 itu menerangkan, karena dengan menonton film, orang tentu cepat dapat menyerap pesan yang kita sampaikan.

Nur Anwar Amin (Adjie Nung) memegang mik bersama para pemain film ‘Rindu Baitullah’ (Foto Akhmad Sekhu)

“Ketika selesai menonton film di bioskop, orang langsung cepat dapat menceritakan mengenai apa yang ditontonnya. Berbeda dengan membaca tentu butuh berulangkali untuk memahaminya,“ terangnya.

Dengan memproduseri film ini, Adjie Nung mengaku ingin bisa mewariskan yang abadi, yaitu di antaranya buku maupun film.

“Sekarang yang baru saya kerjakan ini adalah film,“ ujarnya.

Selain sebagai produser, Adjie Nung juga turut menjadi pemain.

“Saya berperan sebagai ustadz. Memang dalam film ini semua memakai nama asli. Karakter ustadz adalah orang yang memberikan solusi ketika ada masyarakat yang mempunyai masalah, di antaranya masalah perjalanan melakukan ibadah umrah ke Baitullah,“ paparnya panjang lebar.

Sudah banyak film yang menceritakan tentang ibadah haji maupun umrah, seperti di antaranya Emak Ingin Naik Haji (2009). Adjie Nung menegaskan film ‘Rindu Baitullah’ istimewanya berdasarkan fakta yang sebenarnya.

“Karena mengangkat orisinalitas itu punya ruh tersendiri,“ tegasnya.

Film ‘Rindu Baitullah’ diangkat dari kisah orang yang mendapat door prize umrah. Jamaah yang hadir sekitar 4000 orang, tapi yang mendapat door prize hanya satu orang.

“Ini yang membuat saya mantap bahwa kisah inspiratif ini memang layak difilmkan,“ tandasnya.

 

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.