banner lebaran

Saluran Induk Irigasi Diperbaiki, Petani Kalibawang Andalkan Hujan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

241

YOGYAKARTA — Pembenahan saluran induk irigasi Kalibawang sejak beberapa hari terakhir, berdampak pada terputusnya pasokan air ke puluhan hektare lahan pertanian di sejumlah wilayah Kulonprogo. Bahkan dampaknya sampai ke wilayah Sentolo yang berjarak belasan kilometer.

Surono, petani di dusun Bantar Wetan, Banguncipto, Sentolo, Kulonprogo menyebutkan, hampir seluruh lahan pertanian seluas 14 hektare di dusunnya mengering dampak perbaikan yang dilaksanakan sejak 15 April 2018 lalu.

Padahal petani baru menanam padi dengan usia rata-rata satu bulan tanam. Tak pelak mereka pun kini hanya mengandalkan air hujan hingga masa panen tiba.

“Sejak Minggu, saluran induk Kalibawang ditutup. Akibatnya tak ada lagi pasokan air. Semua sawah mengering. Kita hanya mengandalkan tadah hujan,” katanya di Kulonprogo beberapa waktu lalu.

Surono
Petani asal desa Banguncipto, Sentolo, Kulonprogo, Surono. Foto : Jatmika H Kusmargana

Para petani mengakui pemerintah sudah memberikan informasi perbaikan. Pemerintah juga sudah meminta petani agar tidak menanam di musim tanam kedua ini. Meski begitu para petani tetap nekat karena pengalaman tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kita tanam palawija. Tapi ternyata intensitas hujan masih tinggi. Sehingga bisa dibilang gagal total. Karena itu tahun ini kita memilih menanam padi. Walaupun kita sudah tahu saluran irigasi akan diperbaiki,” katanya.

Dengan waktu masa panen yang masih sekitar 1,5-2 bulan lagi, Surono dan sejumlah petani lainnya hanya bisa berharap agar intensitas hujan ke depan masih cukup tinggi.

“Ya memang untung-untungan. Karena kita sudah habiskan modal banyak. Saya sendiri sudah habis Rp15 jutaan untuk lahan seluas 2 hektare. Kalau sampai gagal panen kan rugi. Ya mudah-mudahan sampai panen masih sempat turun hujan. Paling tidak 2-3 kali,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.