Sasirangan Carnaval Pukau Zulkifli Hasan

Editor: Mahadeva WS

467

JAKARTA – Gerak gemulai para model Sasirangan Carnaval yang menghiasi pelataran  Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (15/4/2018) sore menarik perhatian banyak pihak. Termasuk Ketua MPR Zulkifli Hasan yang hadir di acara dalam rangka HUT TMII ke 43 tersebut.

Satu persatu para model berlenggok memamerkan busana kain khas Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dikenal sebagai Sasirangan. Keanggunan mereka  menggenakan kain Sasirangan dengan ragam desain itu sangat memukau para tamu dan pengunjung TMII.

Sasirangan Carnaval pada pembukaan Pekan HUT ke 43 TMII di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (15/4/2018) sore. Foto : Sri Sugiarti.

Zulkifli Hasan tak henti-hentinya memuji dan merasa bangga dengan budaya kearifan lokal Kalsel tersebut. Zulkifli pun mengabadikan momen indah khazanah budaya Indonesia ini di ponsel selulernya dengan berselfie bersama Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo dan para model busana Sasirangan Carnaval. “Ini kain Sasirangan, budaya khas Kalimantan Selatan. Bagus sekali, coba lihat. Kita harus lestarikan,” ucap Zulkifli sambil berselfie memegang smartphonenya.

Kepala Seksi Bidang Budaya dan Promosi Anjungan Kalimantan Selatan TMII Raudati Hildayati mengatakan, Sasirangan Carnaval digelar untuk mengenalkan kain Sasirangan kepada masyarakat Indonesia. “Kain Sasirangan ini adalah kain pengobatan. Yang pada saat ini sudah dikembangkan menjadi kerajinan kain khas Kalsel,” kata Hilda kepada Cendana News.

Kain Sasirangan yang dikenakan para model memiliki beragam tema yang digali dan didapatkan dari sejarah, legenda, dan potensi daerah Kalsel. Bahkan ada beberapa yang dimodifikasi dengan hasil kerajinan rotan dan anyaman yang ada di Kalsel. Sasirangan Carnaval tersebut dibawakan seniman dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Tabalong.

Kepala Seksi Bidang Budaya dan Promosi Anjungan Kalimantan Selatan TMII, Raudati Hildayati. Foto : Sri Sugiarti.

Sementara untuk suku Dayak tampil dengan tariannya sehingga terlihat berwarna.  “Suku Dayak ini saudara tertua kami. Mereka dengan tarian khasnya pada Sasirangan Carnaval ini mengamankan dan menjaga khazanah budaya khas Kalsel,” tandas Hilda.

Dengan Sasirangan Carnaval diharapkan setidaknya para tamu, pemerhati budaya, dan pengunjung TMII tahu keberadaan Sasirangan. Dan setelah tahu diharapkan akan mengenal dan selanjutnya menyukai dan kemudian membeli dan turut menjadi agen promosi dari produk budaya Kalsel tersebut. “Harapannya lagi, mereka bisa datang berkunjung ke Kalsel ber-Ibukota Banjarmasin, dan kota-kota indah lainnya,” kata Hilda.

Sesuai dengan tema HUT ke 43 TMII, yakni Taman Mini Indonesia Wajah Budaya Indonesia : Seni Diusung, Budaya Dijunjung, Banua Bausung, Hilda menegaskan, bahwa Banua itu mencirikan negeri semua rakyat Indonesia. Dengan mempromosikan potensi Kalsel, pihaknya ingin menjadikan TMII sebagai show windows Kalsel.

Baca Juga
Lihat juga...