Satu Lumba-Lumba Tak Bersirip Ditemukan Mati di Pesisir Balikpapan

Editor: Irvan Syafari

225

BALIKPAPAN — Satu Lumba-Lumba Tak Bersirip ditemukan mati oleh warga Balikpapan di Teluk Balikpapan, pada Minggu kemarin (1/4/2018). Saat ini hewan yang mati itu tengah diteliti oleh tim untuk diketahui penyebab kematian hewan tersebut.

Koordinator Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak Yudi Tobs menyayangkan kematian hewan mamalia yang dilindungi. Apalagi peristiwa kematian ini setelah dua hari peristiwa tumpahan minyak dan kebakaran yang terjadi di Teluk Balikpapan pada Sabtu (30/3).

“Sangat disayangkan sekali dengan ditemukan hewan yang dilindungi ini. Harapannya setelah diteliti penyebab kematiannya dapat diketahui dan segera diketahui siapa yang bertanggungjawab,” ungkapnya di tempat ditemukannya lumba-lumba tak bersirip yang tepat di belakang Kantor Kecamatan Balikpapan Kota, Senin (2/4/2018).

Ia berharap pemerintah kota dapat menetapkan darurat lingkungan, sehingga pemerintah dapat segera mengambil tindakan dalam penanggulangan pencemaran lingkungan dari tumpahan minyak di pesisir atau Teluk Balikpapan.

“Hari Ketiga kepekatan kental minyak masih sangat terlihat di Teluk Balikpapan. Karena kami desak pemkot tetapkan darurat bencana lingkungan,” ujarnya didampingi Ketua Forum Peduli Teluk Balikpapan Husein Suwarno.

Sementara itu, Kasatser KKP Kaltimra, Ricky mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengambilan sampel dari bangkai lumba-lumba tak bersirip ini untuk diketahui penyebab kematiannya.

“Kita ambil sampel hati, limpa dan usus untuk diketahui penyebab kematian,” jelasnya.

Lumba-lumba tak bersirip ini diperkirakan mati tiga hari dan jam masih diteliti lebih jauh. Bangkai hewan ini langsung dikubur setelah dilakukan pengambilan sampel.

Untuk diketahui, akibat kejadian tumpahan minyak di Pesisir Balikpapan ini pemerintah kota melakukan rapat koordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya dari peristiwa tersebut. Mengingat akibat dari tumpahan minyak tersebut bau minyak sangat dirasakan oleh warga Balikpapan hingga kini khususnya di Jalan Jenderal Sudirman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Suryanto mengatakan bau yang dirasakan warga sekitar memang dirasakan juga. Namun ditegaskan bau minyak yang menyengat itu tidak mempengaruhi kualitas udara.

“Kemarin kualitas udara sudah kami lihat dan belum berpengaruh. Memang ada rasa bau minyak yang menyengat terbawa angin. Hilang kemudian muncul,” pungkasnya.

Diapun sangat menyayangkan ditemukannya lumba-Lumba mati di pesisir pantai.

“Harapannya tak ada lagi hewan mamalia yang mati,” ujarnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.