Konflik Suriah, Sekjen PBB Serukan Dipatuhinya Piagam PBB

297
Ilustrasi PBB /Foto: Dokumentasi CDN

NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Sabtu (14/4) menyampaikan keprihatinan mengenai aksi gabungan terhadap Suriah oleh Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris, dan menyerukan dipatuhinya Piagam PBB serta hukum internasional dalam masalah itu.

“Sebagai Sekretaris Jenderal PBB, tugas sayalah untuk mengingatkan negara anggota bahwa ada kewajiban, terutama ketika menangani masalah perdamaian dan keamanan, untuk bertindak sejalan dengan Piagam PBB dan dengan hukum internasional pada umumnya,” kata Guterres dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan atas permintaan Rusia.

“Piagam PBB sangat jelas mengenai masalah ini. Dewan Keamanan memiliki tanggung jawab utama bagi pemeliharaan keamanan dan perdamaian internasional. Saya menyeru semua anggota Dewan Keamanan untuk bersatu dan melaksanakan tanggung jawab itu,” kata Guterres, Ahad pagi.

“Saya mendesak semua negara anggota agar memperlihatkan penahanan diri dalam kondisi berbahaya ini dan menghindari setiap tindakan yang dapat meningkatkan keadaan dan menambah parah penderitaan rakyat Suriah,” kata Sekretaris Jenderal PBB tersebut.

Ia kembali menyampaikan perlunya untuk menghindari kondisi meluas hingga tak terkendali.

“Di Suriah, kita menyaksikan bentrokan dan perang perwalian yang melibatkan beberapa militer nasional, sejumlah kelompok oposisi bersenjata, banyak milisi nasional dan internasional, petempur asing dari mana saja di dunia, dan bermacam organisasi teroris,” katanya.

“Sejak awal, kita telah menyaksikan pelanggaran sistematis hukum kemanusiaan internasional, hukum hak asasi manusia internasional, dan pengadilan hukum internasional,” tambah Guterres.

Guterres mengatakan ia telah mengikuti secara seksama laporan mengenai serangan udara yang dilancarkan ketiga negara itu di Suriah.

Ketiga negara penyerang Suriah tersebut adalah anggota tetap Dewan Keamanan. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...