Sifat Nabi Muhammad SAW Kunci Bisnis Achmad Zaky

Editor: Mahadeva WS

455

JAKARTA — Karakter dan sifat Nabi Muhammad SAW menjadi kunci dari bisnis Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak.com Achmad Zaky. Karakter dan sifat Nabi Muhammad SAW tersebut ada empat yakni sidiq, amanah, fatonah dan tabliq.

“Dari kecil kita sudah diajarkan tentang sifat Nabi Muhammad, sidiq, amanah, fatonah, dan tablig. Sebetulnya dalam Islam sudah diajarkan semua. Kalau kita balik lagi ke pelajaran SD selalu diingat-ingat itu yang menurut saya sebenarnya sudah cukup. Masalahnya, kita mau melakukan apa tidak,” tutur Zaky saat berbagi kiat bisnis dalam Diskusi Panel bertema 1 Masjid, 1 Komunitas, 1 Usaha di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Di hadapan peserta diskusi Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) 2018: Awakening Teh Power Of Economic From Masjid, Zaky  bercerita bagaimana Dia merintis bisnis Bukalapak. Bisnis yang dimulai dari sebuah kamar kost, dan kini telah berjejaring dengan tiga jutaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

“Saya ingat, delapan tahun lalu waktu pertama bangun Bukalapak. Kita mulai dari satu kamar kost, dua orang, dan alhamdulillah sekarang sudah unicorn. Tapi kalau ditarik dari dulu sampai now, itu rasanya 4 hal itu (sidiq, amanah, fatonah, tablig) yang kita praktekan,” tuturnya.

Sidiq disebutnya, lebih luas dari kejujuran. Didalamnya ada sifat transparan. “Contoh kalau ada customer, kita jangan neko-neko deh,” ujar Zaky berbagi kiat seraya mengatakan Nabi Muhammad memberikan teladan dalam berbisnis, dan tidak pernah menerima komplain.

Menurut Zaky, hal seperti itu benar-benar perlu diterapkan para pengusaha. Semua pengusaha hebat seperti Alibaba, Google, disebutnya semua menerapkan prinsip bahwa customer adalah nomor satu.

Kemudian sifat amanah, sifat tersebut lebih dekat ke profesional. “Jadi kalo dikasih tanggung jawab itu benar-benar ekstamine, jangan pernah berpikir biasa saja, karena biasa saja bisa tengggelam,” tandasnya.

Sekarang ini menurut Zaky adalah era yang begitu kompetitif. Sudah banyak pemain dari luar datang dengan e-comerse. “Dari Jepang ada, China, juga Amerika. Kalau kita tidak profesional dan kerja keras, benar-banar bisa tenggelem. Apalagi mereka duitnya banyak, perang duit. Jadi kita sebagai pemayung harus berar-benar profesional,” tambahnya.

Zaky memaknai fatonah sebagai kecerdikan. Cerdas itu harus, tapi kalo cerdik maka pintarnya lebih strategik. “Jadi kalau punya bisnis, tips dari saya harus yang beda. Bukalapak dari awal kita fokus ke UKM, disaat semua belum ngomong UKM . Kita fokus dari dulu membangun UKM dan sekarang mempunyai 3 juta paling gede. Baru yang lain ngomong UKM tapi sudah telat,” imbuhnya.

Selain telah mempunyai  3 juta UKM, barang-barang di Bukalapak juga paling lengkap, dan komunitasnya juga paling kuat. “Itu yang saya bilang fatonah, cerdik. Jadi memilih positioning bisnis yang tepat itu juga sangat penting,” kata Zaky.

Tablig dalam pemahaman Zaky, diartikan menyerukan orang hingga kemudian benar-benar berubah.  “Kalau kita bikin bisnis, benar-benar kalau bisa sepuluh kali lipat lebih baik. Kalau kita bisa melakukan itu, merubah hidup banyak orang. Dalam hal ini Bukalapak juga fokus merubah UKM, ingin pendapatan UKM meningkat lebih besar,” tandasnya.

Selain Zaky, turut memberikan pemaparan dalam Diskusi Panel tersebut, Founder PT Saratoga Investama Sedaya yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) Bahlil Lahadalia, dan Komisaris Utama Bosowa Grup Erwin Aksa Mahmud.

Lihat juga...
1 Komen
  1. Rizky Ramadhani berkata

    bagus juga saran dr Nabi Muhammad SAW,itu adalah kunci sukses pak Zaky,terimakasih,,,semoga Bukalapak selalu memberikan layanan terbaik bagi dhuafa yg kurang mampu krn Allah SWT.aamiin yra

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.