Sulistyo Tirtokusumo: Tanpa Pemikiran Ibu Tien, Budaya Kita Akan Tenggelam

Editor: Irvan Syafari

608

JAKARTA — Mantan Direktur Budaya Taman Indonesia Indah (TMII), Sulistyo Tirtokusumo mengatakan, sosok Ibu Tien Soehato sangat visioner, tidak ada bandingnya.

“Tanpa pemikiran Ibu Tien yang sangat visioner. Kemungkinan budaya kita akan tenggelam,” kata Sulis kepada Cendana News ditemui di sela-sela tasyakuran HUT ke 43 TMII di Pendopo Agung Sasono Utomo, belum lama ini.

Tapi lanjut dia, hal itu tidak terjadi dengan adanya TMII berdiri di tengah-tengah metropolitan dengan luas lahan 150 hektare. Ini pemikiran Ibu Tien dalam pelestarian seni budaya bangsa sangat luar biasa.

“Kalau tidak ada TMII, kita ini ibarat manusia tanpa bayangan,” ucap Sulis.

Karena jelas dia, terutama generasi muda dengan berkunjung ke TMII bisa melihat secara jelas bagaimana kehebatan dan kebesaran keanekaragaman budaya bangsa bisa dilihat dengan waktu satu hari.

Sebagai penari Istana, Sulis mengaku punya kesan mendalam terhadap sosok Ibu Tien. Dikisahkan Sulis, dirinya 27 tahun menjadi penari istana negara dan TMII. Tentunya memang banyak sekali kesan dari Ibu Tien, terutama kaitanya dengan pelestarian seni budaya.

Ibu Tien, kata Sulis berpesan agar seni budaya Indonesia ini bisa terus lestari. Terutama dalam memberikan internalisasi nilai kepada generasi muda melalui seni budaya itu sendiri.

“Kamu teruskan, ya. Itu pesan Ibu Tien yang saya ingat sampai sekarang. Pesan Ibu Tien itu maknanya dalam. Ini amanah dan Insha Allah saya akan lanjutkan,” ungkap Sulis.

Apalagi kata dia, pelestarian seni budaya itu sudah menjadi pedoman hidupnya, terutama untuk kepentingan bangsa dan negara.

Sebagai mantan nahkoda budaya TMII, Sulis mengharapkan yang akan datang tentunya pengembangan seni budaya tradisi yang ada di TMII supaya lebih semarak lagi.

Terutama menurutnya, pagelaran yang bermutu sekiranya itu yang perlu diperjuangkan lagi. Karena penonton yang menginginkan apresiasi seni yang tinggi itu sedikit banyak belum tertampung di TMII.

TMII, tambah dia, harus diciptakan acara-acara yang mempunyai mutu tinggi. Sehingga penonton yang dulu ramai ke TMII, kemudian hilang. Diharapkan bisa datang kembali ke TMII.

Selama menjadi nahkoda Budaya TMII, Sulis mengaku sangat bahagia karena didukung oleh semua pihak dalam menjalankan visi dan misi TMII. Terutama kaitannya dalam pelestarian seni budaya.

Ada empat subtansi, sebut dia, yaitu perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. “Semua kita lakukan dengan sinergi yang tinggi,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...