Survei PMTB Mudahkan Pemprov Sumbar Baca Iklim Investasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

345

PADANG — Kepala BPS Sumbar Sukardi mengatakan survei Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 2018 ke seluruh Kabupaten/Kota untuk melihat lebih detail nilai investasi yang ada di Sumbar.

Selama ini PMTB dihitung secara global sehingga, dengan lebih rincinya data diharapkan memudahkan pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan dan mengarahkan bidang investasi untuk daerahnya.

“Jadi kita perlu data yang lebih rinci. Karena selama ini yang dihitung hanya bangunan dan non bangunan saja. Ke depannya akan rinci dihitung datanya seperti menurut lapangan usaha, jenis investasi dan siapa yang melakukan investasi,” katanya, usai koordinasi dan sosialisasi penyusunan disagregasi PMTB 2018 di Auditorium Gubernuran, Selasa (3/4/2018).

Ia menjelaskan, untuk responden yang akan diambil datanya oleh BPS mulai dari pelaku usaha, rumah tangga dan intansi pemerintahan. Jumlah responden di Sumbar yang akan didata sebanyak 1.933 responden di 19 Kabupaten/Kota di Sumbar.

“Oleh karena itu kita harapkan responden memberikan data yang jujur. Sebab, peranan data ini berpengaruh pada meningkatnya investasi,” imbuhnya.

Sedangkan, pengumpulan data akan dilakukan BPS. Pada 1 April hingga 30 Juni 2018. Selanjutnya, pengumuman data akan dilakukan akhir tahun, sehingga dapat digunakan segera oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berharap data yang disurvei BPS dapat menjadi rujukan pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan. Karena, dalam membuat suatu program atau mengambil kebijakan selalu menggunakan data.

“Kita tidak bisa bekerja tanpa data. Sebab, sejauh ini provinsi mengambil kebijakan selalu gunakan data. Caranya, data yang kita dapatkan baik itu dari BPS, akademisi maupun konsultankita analisa lagi, sehingga dari data yang telah dianalisa kembali kita dapat menyusun program-program dan mengambil kebijakan,” ungkapnya.

Selain dalam penyusunan program. Untuk melakukan promosi pejabat, Pemprov Sumbar juga memakai data.

“Untuk itu, data merupakan sumber segalanya. Karena, data itu sangat jelas keakuratannya,” pungkasnya.

Baca Juga
Masyarakat Gunakan Produk Lokal, Ekonomi Tumbuh PESISIR SELATAN - Langkah mendukung pertumbuhan ekonomi dimulai dari mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, yang merupakan hasil kreativitas p...
Batik Tanah Liek, Batik Khas Dharmasraya DHARMASRAYA – Kerajinan batik Tanah Liek, yang ada di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, cukup dikenal di Minangkabau. Karya ke...
KADIN Sumbar Buka Peluang Tiga Komoditas Ekspor PADANG - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, berharap kepada Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk membuka peluang komoditas ekspor Sumatera Ba...
Premium di Pasaman Barat, Langka SIMPANG EMPAT - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), masih terjadi. Pan...
KUD Koto Salak Rangkul 243 Petani Sawit DHARMASRAYA - Peran Koperasi Unit Desa (KUD) Kota Salak yang berada di Nagari Kurnia, Koto Salak, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Suma...
Harga Mahal, Petani Sumbar Gunakan Pupuk Cair SIMPANG EMPAT - Sejumlah petani di Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menggunakan pupuk organik cair karena harga pupuk an...
KUD Sinar Makmur Eksis, 700 Anggota Petani Kelapa ... DHARMASRAYA - Koperasi Unit Desa (KUD) Sinar Makmur, yang berada di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dhamasraya, Sumatera Barat, ber...