Tanribali Lamo: Kami Optimis TMII akan Lebih Maju

Editor: Satmoko

592

JAKARTA – Peringatan HUT ke 43 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengusung tema “Taman Mini Indonesia Wajah Budaya Indonesia: Seni Diusung, Budaya Dijunjung, Banua Bausung” resmi dibuka di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Tanribali Lamo mengatakan, perayaan HUT TMII setiap tahunnya melibatkan anjungan daerah dalam sumbangsihnya.

Tahun 2015, anjungan Bali menjadi sponsor kegiatan budaya begitu pula dalam busana seragam yang dikenakan para petinggi TMII dan karyawan TMII adalah kain khas Bali. Tahun 2016, kain khas dari anjungan Jawa Barat, dan tahun 2017 adalah dari provinsi Aceh.

“Tahun 2018 ini, kain Sasirangan dari Kalimantan Selatan dengan budayanya bertema Seni Diusung, Budaya Dijunjung, Banua Bausung,” kata Tanri dalam sambutannya pada pembukaan HUT ke 43 TMII, di Plaza Tunggu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Menurut Tanri, TMII adalah pusat budaya dan edukasi. Maka semua kegiatan seni budaya bangsa yang ditampilkan adalah bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia.

“Kita fokus ke budaya, dan tidak ada kegiatan yang tak terlibat kebudayaan,” ujarnya.

Meskipun terdapat bangunan modern, kata Tanri, pihaknya akan mengatur lebih mengandung unsur-unsur budaya.

Untuk proses revitalisasi, menurutnya, ada beberapa kegiatan yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan TMII supaya lebih bagus. Seperti, kata Tanri, Theater Imax Keong Mas TMII, bisa lebih banyak dimanfaatkan. Selain itu untuk edukasi juga ada kegiatan yang menghidupkan Keong Mas.

Menurutnya, Theater Imax Keong Mas TMII ini adalah aset lama yang harus dijaga dan dikembangkan. Karena dari 90 negara yang menampilkan Theater Imax, kini tinggal sekitar 30 negara, dan salah satunya Indonesia.

Oleh karena itu, kata dia, Theater Imax Keong Mas yang merupakan aset budaya ini harus dijaga seoptimal mungkin dengan memanfaatkan apa yang ada.

“Kami optimis ked epan TMII akan lebih baik, maju, dan memberikan edukasi budaya kepada masyarakat,” ujar Tanri.

Karena menurut Tanri, masalah budaya adalah masalah yang tidak pernah hilang. Itu perlu kita jaga dan lestarikan dengan tetap menjunjung nilai-nilai peradaban.

Tanri juga berharap generasi muda mencintai budaya bangsa. Tentu bisa dengan bergabung dalam suatu pagelaran seni.

“Pengembangan budaya ini harus ada regenerasi, ya generasi muda itu. Dan, saya bangga pada pagelaran wayang kulit, dalangnya itu anak muda begitu juga penabuh gamelannya,” pungkas Tanri.

Baca Juga
Lihat juga...