Terkait Jerussalem, Liga Arab Seru Dunia Tak Ikuti Jejak AS

281
Jerusalem[googlemap]

AL KHOBAR, ARAB SAUDI — Para pemimpin negara-negara anggota Liga Arab mengakhiri KTT ke-29, Minggu, dengan mengeluarkan Deklarasi Dhahran yang memuat dukungan tiada henti pada perjuangan rakyat Palestina serta seruan kepada negara mana pun agar tidak mengikuti jejak Amerika Serikat.

“Kami menyerukan negara-negara di dunia agar tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Jerusalem maupun mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” demikian isi Deklarasi Dhahran yang diperoleh di Al Khobar, Senin pagi.

Isu Palestina menjadi agenda terpenting Konferensi Tingkat Tinggi yang berlangsung sehari di Dhahran, kota administrasi industri minyak dan gas Arab Saudi yang wilayahnya masuk perluasan Kota Metropolitan Dammam ini.

Bahkan, Raja Salman mengibaratkan KTT Liga Arab di negaranya, yang berlangsung di aula Pusat Budaya Dunia Raja Abdulaziz, Dhahran, itu sebagai ‘KTT Al Quds atau KTT Jerusalem’.

Dalam Deklarasi Dhahran itu, para pemimpin dan ketua delegasi negara-negara Liga Arab yang hadir menegaskan kembali sikap mereka bahwa masalah Palestina merupakan prioritas utama seluruh bangsa Arab dan Al Quds Timur adalah ibu kota negara Palestina merdeka.

Mereka menekankan pentingnya mewujudkan perdamaian abadi dan menyeluruh di Timur Tengah sebagai pilihan strategis yang sudah tertuang dalam Inisiatif Damai Arab.

Keputusan Amerika Serikat yang mengakui Al Quds atau Jerusalem sebagai ibu kota Israel mendapat kecaman. Sebaliknya, para pemimpin Liga Arab memastikan Jerusalem Timur akan tetap menjadi ibu kota Palestina merdeka.

Mereka pun menuntut pelaksanaan semua resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Al Quds. Resolusi tersebut menekankan tidak sahnya semua tindakan Israel yang mengubah status Jerusalem Timur dan perampasan atas identitas otentik Arab di sana.

Terkait dengan Masjid Al-Aqsa, para pemimpin Liga Arab mempertimbangkan Pemerintah Yordania sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab terhadap pengurusan, pemeliharaan, dan akses ke salah satu masjid terpenting Umat Islam itu.

Konferensi tingkat tinggi yang diliput oleh 600-an wartawan dari Arab Saudi dan mancanegara itu antara lain dihadiri Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi, dan Presiden Komoros Azali Assoumani.

Seterusnya Presiden Irak Mohammed Fuad Masum, Presiden Yaman Abdrabbuh Mansur Hadi, Presiden Dewan Presiden Pemerintahan Koalisi Nasional Libya Fayez Mustafa Al-Sarraj, Presiden Lebanon Michel Aoun, serta pemimpin Jordania, Kuwait, Bahrain, dan Moroko.

Liga Arab yang didirikan di Kairo pada 1945 oleh Mesir, Arab Saudi, Irak, Lebanon, Suriah, Yordania, dan Yaman itu kini beranggotakan 22 negara. Lima belas negara anggota lainnya adalah Libya, Sudan, Maroko, Tunisia, Kuwait, Al Jazair, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Oman, Mauritania, Somalia, Palestina, Djibaouti, dan Komoro.[ant]

Lihat juga...

Isi komentar yuk