Tiangong-1 Terbakar di Atas Samudra Pasifik

240
Ilustrasi - Foto: Istimewa

SHANGHAI – Stasiun luar angkasa milik China, Tiangong-1 terpantau kembali memasuki atmosfer bumi dan terbakar di atas Samudra Pasifik Selatan pada Senin (2/4/2018).

Mengutip pernyataan pejabat luar angkasa China, Otoritas Luar Angkasa China mengatakan, pesawat tersebut memasuki atmosfer pada pukul 08.15 waktu Beijing atau sekira 07.15 WIB. “Sebagian besar badannya terbakar,” kata otoritas luar angkasa China, Senin (2/4/2018).

Lembaga itu memperkirakan, stasiun angkasa tersebut akan memasuki atmosfer di atas daerah garis pantai Brazil di Samudra Atlantik Selatan. Titik yang diperkirakan berada di dekat kota besar, seperti, Sao Paulo dan Rio de Janeiro.

Skadron Pengawasan Luar Angkasa, Angkatan Udara Amerika Serikat, yang bertugas melacak semua benda buatan di sekitar orbit bumi, juga mengaku mengetahui jatuhnya Tiangong-1. Keberadaannya terpantau saat pesawat tersebut memasuki kembali atmosfer di atas Pasifik Selatan.

Dalam pernyataan resminya, Angkatan Udara Amerika Serikat telah mengonfirmasi insiden itu dengan lembaga serupa di Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris. Sebelumnya pada Jumat (30/3/2018) lalu, Beijing mengatakan bahwa tidak akan ada potongan besar pesawat stasiun luar angkasa Tiangong-1 yang jatuh ke permukaan bumi.

Pesawat dengan panjang 10,4 meter yang namanya berarti Istana Surga 1 itu diluncurkan pada 2011 dengan misi bongkar muat berbagai eksperimen program luar angkasa ambisius pemerintah China. Beijing berambisi menempatkan stasiun luar angkasa permanen pada 2023.

Misi Tingong-1 pada mulanya direncanakan berakhir pada 2013 namun terus diperpanjang beberapa kali. Pemerintah China mengatakan bahwa Tiangong-1 akan masuk kembali ke atmosfer pada akhir 2017. Namun proses tersebut tertunda sehingga membuat sejumlah pengamat memperkirakan laboratiorium luar angkasa itu sudah tidak bisa dikendalikan. (Ant)

Baca Juga
DK PBB Jatuhkan Embargo Senjata terhadap Sudan Sel... PBB - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan embargo senjata terhadap Sudan Selatan pada Jumat, hampir lima tahun setelah perang saudar...
Amerika dan China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pe... WASHINGTON  - Amerika Serikat dan China sepakat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi defisit perdagangan barang-barang AS, demikian menurut pern...
China Turut Berduka Atas Peristiwa Bom di Surabaya BEIJING - Pemerintah China menyatakan duka cita yang sangat mendalam kepada para korban serangkaian ledakan bom di Kota Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Ti...
AU China Kelilingi Taiwan dalam Latihan Militer BEIJING --- Pesawat Angkatan Udara China terbang di sekitar Taiwan pada Kamis, dalam serangkaian latihan yang dilaksanakan baru-baru ini, yang menurut...
China Gelar Lebih Banyak Latihan Militer Dekat Tai... BEIJING --- Serangkaian latihan militer yang digelar China di dekat Taiwan dirancang untuk mengirim pesan yang jelas ke Taiwan, dan China akan mengamb...
AS Bersedia Membicarakan Persoalan Perdagangan den... WASHINGTON --- Amerika Serikat bersedia bernegosiasi dengan China mengenai perdagangan secara serius, karena upaya sebelumnya hanya menghasilkan sedik...
MPS: 246 Polisi di China Tewas Akibat Kelelahan BEIJING --- Sebanyak 361 polisi di China kehilangan nyawa saat menjalankan tugas sepanjang tahun 2017 dengan rata-rata usia 43,5 tahun, demikian data ...