banner lebaran

Tim Gabungan Tangkap Tangan Ilegal Loging

283
Ilustrasi tahanan - Dokumentasi CDN

TAPAKTUAN – Tim gabungan yang terdiri dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Subulussalam, Polres Aceh Singkil dan LSM Lingkungan melakukan operasi tangkap tangan pelaku ilegal logging. Penangkapan terjadi di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Minggu (15/4/2018).

Kepala KPH Wilayah VI Subulussalam Irwandi M Pante mengatakan, petugas berhasil menciduk empat orang tersangka serta mengamankan sekira 40 ton kayu bulat ukuran besar jenis meranti dan rimba campuran.

“Para tersangka diciduk saat sedang bekerja memuat barang bukti kayu balok kedalam truk tronton. Kayu-kayu berkualitas bagus tersebut rencananya akan diselundupkan ke Medan, Sumatera Utara,” katanya, Minggu (15/4/2018).

Ke-empat tersangka digelandang ke Polres Aceh Singkil untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara untuk barang bukti, saat ini baru sekir 20 ton kayu yang bisa diangkut dengan tronton untuk diamankan di Polsek Sultan Daulat. Sementara sisanya sebanyak 20 ton kayu masih berada di lokasi.

Sementara itu di tempat terpisah, petugas gabungan dari Polsek Ngrayun Ponorogo dan Polisi Perhutani (Polhut) mengungkap keberadaan kayu ilegal di Desa Baosan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (15/4/2018).

Kapolsek Ngrayun AKP Sutriatno menuturkan, pihaknya menerima informasi tentang adanya tumpukan kayu pinus di pekarangan rumah warga Desa Baosan. Dari informasi tersebut  petugas mendatangi lokasi dan menemukan tumpukan kayu di pekarangan rumah warga Dusun Galih, Desa Baosan, Kecamatan Ngrayun yang bernama Jemali. “ Kayu diduga ditebang dari kawasan hutan,” ujar Sutriatno.

Dari lokasi tersebut, petugas menemukan kayu pinus sebanyak 17 gelondong dan sebuah gergaji ukuran 110 sentimeter. Petugas langsung mengamankan barang bukti ke Mapolsek Ngrayun untuk diproses hukum. Menurut keterangan Jemali kepada petugas, kayu tersebut ditebang dari kawasan hutan yang berada di wilayah Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Ngrayun. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.