Titiek Soeharto: Tahun 1993 Kita Swasembada Bawang Putih, Kini Impor

2.471

TEMANGGUNG — Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto mengaku prihatin dengan kondisi pertanian di Indonesia, terutama bawang putih. Nusantara memiliki tanah begitu subur, namun untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya bawang putih masih tetap impor.

“Sungguh sangat memprihatinkan. Indonesia begitu subur. Sudah 72 tahun merdeka, hingga sekarang masih impor bawang putih,” sebutnya di sela-sela kunjungan Panitia Kerja (Panja) Bawang Putih Komisi IV DPR-RI di Temanggung, Kamis (19/4/2018).

Disebutkan, untuk memenuhi kebutuhan bawang putih di Indonesia, angka impor malah hampir mendekati 100 persen.

“95 persen lebih kebutuhan bawang putih kita masih impor,” sebut Titiek Soeharto.

panja bawang putih
Panitia Kerja (Panja) Bawang Putih Komisi IV DPR-RI saat berdialog dengan petani di Temanggung Jawa Tengah. Foto: Ist

Jika dibandingkan pada era 90-an, yang terjadi saat ini sungguh memprihatinkan. Dimana saat itu Indonesia mampu mencapai swasembada bawang putih.

“Ini sangat keterlaluan. Padahal tahun 1993 kita pernah swasembada bawang putih,” terangnya.

Titiek juga meminta pemerintah agar serius dalam menyikapi permasalahan impor dan menangani produksi bawang putih secara sungguh-sungguh.

bawang putih
Bawang putih Temanggung disamping digunakan untuk benih lagi, sebagian memasok konsumsi di pasar lokal dan kota besar. Foto: Ist

Sebelumnya, Panitia Kerja (Panja) Bawang Putih Komisi IV DPR-RI melihat langsung program perluasan areal bawang putih di Temanggung Jawa Tengah. Kunjungan tersebut untuk memastikan progres Program Pencapaian Swasembada Bawang Putih 2021.

Baca Juga
Lihat juga...