Transaksi Saham di Bali Rp1,4 Triliun

206
Ilustrasi OJK - Foto: Dokumentasi CDN

DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jumlah nilai transaksi saham di Bali hingga Februari 2018 mencapai Rp1,4 triliun atau naik mendekati 70 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2017.

“Peningkatan transaksi itu karena didorong program nabung saham dengan 100 ribu sudah bisa membeli saham,” kata Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara, Husein Triarso di Denpasar, Minggu.

Menurut dia, peningkatan jumlah transaksi tersebut seiring dengan melonjaknya jumlah investor saham yang mencapai hampir 11.300 orang atau naik 28 persen jika dibanginkan periode sama tahun 2017.

Dia menjelaskan sosialisasi yang gencar dilakukan bersama Bursa Efek Indonesia kepada masyarakat turut mendongkrak jumlah investor.

Sebagian besar investor, kata dia, juga didominasi generasi muda khususnya dari kalangan kampus karena semakin mudahnya masyarakat menjadi investor.

Ketua Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Dewa Made Maha Gita Ananda mengatakan kemudahan dengan Rp100 ribu sudah bisa menjadi investor membuat anak muda mulai gemar investasi pasar modal.

Mahasiswa semester empat itu juga telah merasakan keuntungan yang didapat selama satu tahun menjadi investor yang disesuaikan dengan kemampuan untuk menambah terus modal.

“Nilai keuntungan paling tinggi sempat saya terima mencapai 136 persen karena dalam setahun saya juga menambah modal,” ucapnya.

Dalam memilih perusahaan, lanjut Maha, dirinya memilih berdasarkan nama besar korporasi yang sudah dikenal dan produk yang memonopoli pasar dengan mengamati informasi kinerja perusahaan.

Secara nasional, jumlah investor (SID) selama tahun 2017 mencapai 1,2 juta orang atau naik sebanyak 129 ribu.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan investor mencapai sekitar 130 ribu orang.

Sebagian besar jumlah investor saat ini menanamkan modalnya di saham dan reksadana mencapai sekitar 670 ribu orang, sisanya obligasi hingga surat berharga negara. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.