Umat Katolik di Bakauheni Gelar Kenduri Ungkapan Syukur Paskah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

453

LAMPUNG — Perayaan Paskah 2018 sebagai peringatan kebangkitan Yesus Kristus diungkapkan dalam rasa syukur melalui kegiatan ambengan, kenduri tiga hari setelah Paskah. Waktu dipilih bertepatan dengan jadwal doa lingkungan umat setempat setiap Selasa malam.

Ambengan atau kenduri dilakukan dengan membawa berbagai jenis makanan hasil olahan setiap keluarga untuk dimakan bersama. Tradisi kebersamaan umat Katolik tersebut masih tetap dipertahankan puluhan tahun di wilayah unit pastoral Bakauheni.

Kearifan lokal rasa syukur tersebut bahkan dilengkapi dengan tumpeng berbagai menu sekaligus ingkung ayam. Tradisi kenduri tersebut sekaligus kearifan umat Katolik setempat yang mayoritas berasal dari Yogyakarta.

Setiap umat yang membawa ambengan berisi nasi lengkap dengan lauk pauk diletakkan bersama tumpeng, ingkung ayam dan lilin menyala bersama salib.

Pada tradisi ambengan, setiap keluarga membawa makanan dan didoakan sekaligus mendalami makna Paskah.

Alosius Rukun Haryoto, salah satu tokoh umat Katolik di unit pastoral Bakauheni memberi sambutan makna Paskah [Foto: Henk Widi]
Salah satu tokoh umat Katolik di dusun Sumbersari, Alosius Rukun Haryoto dalam sambutannya menyebut Paskah menjadi pusat hidup Gereja. Kebangkitan Yesus sekaligus menjadi kesempatan umat Katolik untuk berubah dari kehidupan yang lama ke kehidupan yang baru.

“Pertemuan dengan membawa ambengan atau kenduri sekaligus mempertemukan kring santa Maria dan santo Yusuf yang selama ini melakukan pertemuan sekaligus doa di kring yang berbeda,” terang Alosius Rukun Haryoto selaku salah satu tokoh umat Katolik di unit pastoral Bakauheni saat memberi sambutan dalam kenduri Paskah 2018, Selasa malam (3/4/2018)

Alosius Rukun Haryoto juga memberikan pesan kepada umat yang ikut kenduri untuk bisa memperlihatkan terang iman Katolik.

Seusai pengantar makna kenduri Paskah sebagai ungkapan syukur, ibadah syukur dipimpin oleh Frater Bonifasius Pradipta Putra Alam,Pr dengan doa dan pembacaan kisah kebangkitan Yesus Kristus.

Pembacaan Injil kisah kebangkitan Yesus menjadi rangkaian ibadah dilanjutkan dengan renungan singkat Frater Bonifasius akan makna dari Paskah dari bacaan Injil.

Makna Paskah kebangkitan Yesus Kristus disebut Frater Bonifasius sekaligus menjadi kesempatan untuk merefleksikan hidup jemaat gereja perdana. Kehidupan gereja perdana disebutnya harus selalu diteladani karena masih sangat relevan pada zaman modern. Ciri hidup gereja perdana diantaranya mengumpulkan dan membagikan harta miliknya, berkumpul dan berdoa bersama dan memecahkan roti, setia pada ajaran para rasul, tidak egois, hidup rukun, hidup dalam kasih karunia Tuhan.

“Kembali memaknai Paskah sekaligus mengingatkan untuk meneladani hidup jemaat perdana salah satunya berkumpul dan berdoa bersama seperti malam ini,” ungkap Frater Bonifasius.

Selain meneladani ciri hidup gereja perdana, frater Bonifasius kembali menekankan isi homili Paskah yang diberikan oleh Pastor Wolfram Safari, Pr pada hari raya Paskah Minggu (1/4) di gereja Santo Petrus dan Paulus. Pada homili tersebut ditegaskan untuk mengambil makna Paskah yang sama dengan menerima sakramen pertobatan, sama dengan menerima keselamatan. Paskah selain menjadi tujuan sekaligus menjadi awal bagi umat untuk berubah menjadi lebih baik terutama dalam kehidupan berkeluarga.

Kehidupan berkeluarga yang baik ditekankan oleh Frater Bonifasius diperlihatkan dengan saling menyayangi, menghargai antar anggota keluarga. Kehidupan umat Katolik yang ditandai dengan sikap saling mengasihi tersebut merupakan teladan bagi sesama. Selain menjadi teladan dalam kehidupan berkeluarga setiap umat Katolik sekaligus harus bisa menjadi contoh yang baik bagi umat beragama lain.

Seusai renungan singkat, tradisi kenduri ucapan syukur Paskah dilanjutkan dengan pemberkatan semua makanan yang dibawa oleh umat. Berbagai jenis makanan yang telah dibawa oleh umat sebagai ungkapan rasa syukur tersebut selanjutnya dimakan bersama. Ingkung ayam yang dimasak utuh menyimbolkan persatuan dipotong kecil kecil dan dibagikan kepada umat yang hadir.

Baca Juga
Lihat juga...