Universitas Trilogi Ajari Para Ibu Seni Wall Decor

Editor: Koko Triarko

328

JAKARTA – Lukisan pada umumnya dibuat di atas lembaran kain kanvas, diberi bingkai lalu dipajang di dinding. Namun, lukisan juga dapat dituangkan di atas kain atau tekstil, dan menjadi sebuah produk aplikatif di bidang fashion dan dekorasi rumah.

Ratih Mahardika, M.Ds., pengajar di Universitas Trilogi, mengatakan, jika melukis dengan media kain atau tekstil sudah lama dikenal sebagai salah satu aplikasi dari seni lukis. Dengan media kain, karya lukisan yang dihasilkan dapat menjadi beragam produk. Di bidang fashion, lukisan bisa menjadi penghias produk selendang, tas, sepatu, topi dan sejenisnya. Di bidang dekorasi rumah, lukisan dapat dijadikan penghias sarung bantal, taplak meja, alas piring, kap lampu, tirai, dan lainnya.

Hal inilah yang diajarkannya kepada para ibu anggota posdaya, melalui workshop atau pelatihan lukis kain untuk wall decor atau hiasan dinding di kampusnya, Selasa (17/4). Tak hanya langsung praktik, para ibu anggota posdaya sebanyak 22 orang ini juga mendapatkan soft copy tentang materi pada pelatihan ini.

Salah satu hasil lukis kain untuk hiasan dinding. -Foto: M. Fahrizal

“Dengan adanya pelatihan lukis kain untuk wall decor ini, saya harapkan ibu-ibu posdaya yang hadir tercetus ide untuk membuat komunitas atau bahkan membuat usaha wall décor”, katanya.

Menurutnya, workshop ini ke depan akan lebih sering diadakan, utamanya untuk menambah wawasan dan pengalaman serta tambahan ilmu bagi para ibu anggota posdaya, untuk kemudian dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Kegiatan ini juga menjadi proses pembelajaran saya sendiri dan rekan-rekan. Paling tidak, kita saling mengisi satu sama lain, apa yang mungkin saya belum dapatkan bisa didapatkan dari para ibu yang sudah lebih berpengalaman,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta, Upi, yang merupakan ketua Posdaya Anyelir, Kelurahan Cikoko, juga mengakui, bahwa workshop tersebut menambah wawasan dan bermanfaat, sehingga ia pun akan membagikan pengetahuan yang telah didapatkan dari workhsop tersebut kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

“Bisa dibilang, posdaya yang saya ketuai masih baru dan masih fokus pada aktivitas yang sudah ada di RW maupun PKK. Saya dan staf pengurus hanya mengembangkan kegiatan-kegiatan tersebut melalui apa yang sudah didapatkan dari seminar, workshop, atau pun yang lainnya dari kampus Trilogi. Alhamdulillah, setiap Trilogi ada acara yang berkaitan dengan posdaya, kami selalu mendapatkan undangan untuk hadir,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...