banner lebaran

WTM Lakukan Pembenahan Manajemen Gapoktan di Sikka

Editor: Irvan Syafari

215

MAUMERE –– Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang selama ini sudah terbentuk di Kabupaten Sikka, dalam perjalanannya mengalami berbagai hambatan sehingga Gapoktan yang ada tersebut tidak berkembang dengan baik.

“Kami mencoba melakukan pembenahan dengan mulai mengumpulkan Gapoktan di tiga kecamatan yakni Mego, Paga dan Tanawawo untuk mencari tahu akar permasalahannya dan mencari solusi perbaikannya,” ujar Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Carolus Winfridus Keupung, Senin (16/4/2018).

Kepada Cendana News, Win sapaannya menjelaskan, WTM terus berjuang untuk memandirikan masyarakat petani dengan berbagai program dan kegiatannya. WTM melihat Gapoktan yang seharusnya menjadi payung bagi kelompok-kelompok tani, ternyata tidak berperan maksimal.

“Dalam proyek yang baru bersama Misereor Jerman, WTM berupaya benahi manajemen Gapoktan bukan saja di 3 kecamatan tersebut tapi juga beberapa Gapoktan di luar wilayah dampingan,” ungkapnya.

Untuk membenahi manajemen Gapoktan, tambah Win, sangat dibutuhkan peran dan kerja sama dari berbagai pihak. Dalam upaya mewujudkan kerjasama ini, WTM telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor di 3 wilayah kecamatan.

Pihak yang dilibatkan mulai dari camat, pemerintah desa, badan penyuluh kecamatan, lembaga pendidikan, tokoh adat dan lembaga agama.

“Dari hasil rakor lintas sektor, WTM kemudian adakan workshop pengembangan Gapoktan dengan tema “Membangun Kelembagaan Petani Yang Solider dan Mandiri” yang diselenggarakan di Pusat Sekolah Lapangan WTM,” terangnya.

Dalam Rakor dan Workshop pengembangan Gapoktan jelas Win,ditemukan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi Gapoktan sehingga mengalami kamandekan. Berbagai persoalan ini kemudian menjadi acuan untuk arah pengembangan kedepannya.

”WTM yang kini masuk ke area Gapoktan, melihat Gapoktan sebagai wahana atau media yang tepat bagi masyarakat tani untuk pertukaran informasi berskala luas. Selain itu upaya pendampingan yang akan dilakukan dimaksud agar manajemen Gapoktan menjadi lebih baik, hasil pertanian dan kesejahteraan petani pun meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Frans Nong dalam menerangkan, ciri Gapoktan yang solider dan mandiri yakni adanya pertemuan, melakukan kegiatan berkelompok yang berorientasi pasar serta melakukan kegiatan usaha tani atau unit agrobisnis.

“Untuk mencapai tujuan Gapoktan dengan cirinya tersebut maka harus ada perubahan dari kelembagaan petani seperti kelas belajar, unit produksi dan lainnya, menjadi kelembagaan ekonomi petani,” tuturnya.

Untuk itu sebut Frans, kendala yang dihadapi Gapoktan tersebut harus dicari akar permasalahannya dan dijadikan solusi penyelesaiannya. Sektor pertanian dala sebuah wilayah akan berkembang bila Gapoktan yang menjadi rumah besar petani menjadi sehat dan kuat.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.