Zainul Majdi Minta Geopark Dunia Kawasan Rinjani Dijaga

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

357

MATARAM — Setelah melalui proses penilaian cukup panjang, kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan sebagai Geopark dunia oleh UNESCO.

Gubernur Zainul Majdi mengatakan, pasca penetapan Rinjani sebagai Geopark dunia, pekerjaan berat Pemda NTB bersama Pemda kabupaten kota termasuk masyarakat dan aktivis pecinta lingkungan, bagaimana memastikan kelestrian kawasan kawasan bisa tetap terjaga.

“Kita tentu sangat bangga dengan penetapan Rinjani sebagai Geopark dunia, tapi lebih penting, bagaimana kelestrian kawasan harus dipastikan bisa tetap terjaga dengan baik pasca penetapan,” kata Majdi di Mataram, Senin (16/4/2018).

Selain memastikan kualitas lingkungan di geopark Rinjani tetap terjaga, masalah kebersihan juga harus menjadi perhatian, khususnya di pusat keramaian yang menjadi tracking. Jadi ketika sudah menjadi global geopark, sebutnya, tugas bersama adalah menjaganya.

Kepada masyarakat maupun wisatawan nusantara maupun mancanegara, Majdi meminta supaya bisa menjaga kelestarian dan kebersihan saat melakukan proses pendakian.

“Saya berharap, keberadaan Rinjani sebagai Geopark dunia bisa menjadi satu keunggulan baru untuk exotourisem baru di NTB dan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan,” terangnya.

majdi
Gubernur NTB, Zainul Majdi. Foto : Turmuzi

Mengenai dampak ditimbulkan dari penetapan Rinjani sebagai Geopark dunia, Majdi menyebutkan pasti ada dan besar, tapi kalau dampak dalam waktu dekat, tentu tidak bisa secara instan, akan banyak kunjungan wisatawan, tapi dengan adanya penetapan ini, maka potensi daerah bertambah.

Wisata berkembang, tenaga kerja akan lebih banyak terserap, industri kreatif akan lebih berkembang, dan yang lebih penting dari itu, dengan penetapan Rinjani sebagai Geopark dunia, Pemda NTB akan lebih hati-hati dalam mengembangkan kawasan.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Lalu. Mohammad Faozal mengatakan
sekitar 80 persen dari kawasan Rinjani yang ditetapkan sebagai geopark dunia adalah kawasan pariwisata.

“Tapi paling utama dari penetapan Rinjani adalah bagaimana kolaborasi yang baik antara kepentingan pariwisata dan pelestarian lingkungan,” katanya.

Karena ujung-ujungnya itu bersentuhan dengan kelestarian, kemudian besok sampahnya menjadi isu, sekarang satgas kebersihan hanya ada di Dispar.

Ia juga menekankan pentingnya pihak pengelola taman nasional harus juga berfikir yang kongkrit terkait tata kelola kawasan Rinjani, sebab pengelola taman nasional Rinjani juga bertanggung jawab.

“Kalau Kemenpar dan kita di dunia pariwisata adalah yang kita dorong, bagaimana dengan penetapan ini, kawasan Rinjani menjadi kawasan unggulan, dan tetap menjadi pilihan wisatawan. Salah satunya adalah bagaimana kawasan Rinjani tetap menghadirkan kenyamanan dan menampilkan hal menarik dari rinjani harus ada upaya kongkrit,” sebutnya.

Lebih lanjut Faozal menambahkan, TNGR adalah unit vertikal dari KLHK, jadi semangatnya juga harus sama, jangan hanya memikirkan keuntungan dari pajak, tapi harus sama-sama menjaga kawasan Rinjani.

Baca Juga
Lihat juga...