1.000 Lebih Nelayan Terkena Dampak Pencemaran Tumpahan Minyak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

205
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Akibat tumpahan minyak pada 31 Maret 2018 lalu, Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan mencatat jumlah sementara nelayan yang terdampak mencapai 1016 orang.

Dampaknya itu di antaranya dari kapal yang terkena tumpahan minyak, hasil ternak kepiting yang mengalami kematian dan lainnya. Jumlah itu terdapat di beberapa wilayah, mulai dari pantai bagian Kecamatan Balikpapan Barat hingga Timur.

“Tidak ada kendala dalam pendataan, hanya kita lagi mengumpulkan data dari pemerintah kota yang terhimpun. Misal dari KUB, terus yang perorangan berapa kemudian kita verifikasi lagi dalam minggu ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto (23/5/2018).

Berdasarkan data yang dilakukan terdapat sembilan kelurahan yang terdampak dari tumpahan minyak tersebut.

“Ada 9 kelurahan yang umumnya berada di pinggiran pantai dari Barat sampai Timur. Perhitungan secara keseluruhan angka dilakukan minggu ini. Sedangkan mangrove nanti,” sebut mantan Kepala Bappeda Balikpapan.

Suryanto mengaku belum dapat memperhitungkan angka nominal kerugiannya karena masih dalam tahap perhitungan. Sementara angka diperoleh untuk nelayan yang terdampak sekitar 1.016 orang.

“Tapi angka itu masih sementara karena masih akan diverifikasi lagi,” ucap Suryanto.

Menurutnya, nantinya nelayan yang yang terdampak akan memperoleh ganti rugi dari pihak pertamina dan hal itu menjadi tahap pertama bagi yang terdampak dari pencemaran tumpahan minyak tersebut.

Sedangkan untuk pemulihan lingkungan seperti hutan mangrove di kawasan pesisir pantai dan perairan teluk Balikpapan dilakukan secara bertahap.

“Bertahap kita lakukan pemulihan, tahap I nelayan dulu,” tandasnya.

Sebelumnya, Akibat tumpahan minyak yang terjadi pada 31 Maret 2018 lalu di Perairan Teluk Balikpapan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengeluarkan keputusan administrasi bahwa Pertamina harus melakukan pemulihan lingkungan. Hal itu berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Lingkungan bahwa dari tumpahan minyak telah mencemari lingkungan sekitar.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.