15 Hari Jelang Lebaran Tabur Puja Hentikan Sementara Pencairan Pinjaman

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

255

PADANG — Supervisi Project Managing Unit (PMU) Tabur Puja Wilayah V Sumatera, Edi Suandi mengatakan, khusus di wilayah Sumatera Barat ada kebijakan untuk menghentikan sementara pencairan pinjaman modal usaha dari Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja).

Ia menyebutkan, upaya itu dilakukan untuk mencegah terjadinya salah guna pemanfaatan dana pinjaman modal usaha, yang malah menjadi konsumtif dalam suatu rumah tangga.

Tujuan Tabur Puja hadir sangat jelas, yakni membantu masyarakat pra sejahtera untuk bisa memperbaiki ekonomi keluarga, melalui usaha yang akan dan sedang dijalaninya. Namun, apabila pinjaman yang telah diberikan bukan untuk modal usaha, hal tersebut tidak tepat sasaran.

“Alasan menghentikan sementara pencairan dua minggu menjelang lebaran itu, karena masa-masa itu merupakan momen keluarga untuk berbelanja kebutuhan berlebaran seperti beli pakaian dan lainnya,” sebutnya, Senin (21/5/2018).

Edi menegaskan, tidak ada negoisasi untuk kebijakan menghentikan sementara pencairan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja. Karena segala sesuatu telah diperhitungkan, dengan adanya kebijakan tersebut.

Akan tetapi khusus untuk masyarakat menjalani usaha di kawasan wisata, diberikan keringanan. Sebab, di lokasi wisata akan mengalami peningkatan pembeli, dan tentunya sangat membutuhkan tambahan modal usaha.

Di Sumbar, cukup banyak masyarakat yang telah mendapatkan pinjaman modal usaha yang membuka usaha di lokasi wisata seperti halnya di Pantai Padang.

Lalu di Kabupaten Solok sendiri penikmat Tabur Puja yang menjalani usaha di lokasi wisata ada di tepi Danau Singkarak. Untuk dua titik itu, diberikan keringanan untuk bisa mendapatkan pinjaman modal usaha meski berada dua pekan sebelum lebaran.

“Sebenarnya tidak hanya dua pekan sebelum lebaran. Dua pekan sesudah lebaran pun pencairan pinjaman modal usaha masih ditutup sementara waktu,” katanya.

Hal demikian juga berupaya untuk menghindari adanya masyarakat yang ingin melunasi hutang selama lebaran melalui pinjam uang dari Tabur Puja. Apalagi dengan pinjaman awal di Tabur Puja mencapai Rp2 juta. Jumlah tersebut dinilai cukup besar dalam hal, apabila digunakan untuk konsumtif.

Ia menegaskan kebijakan yang dilakukan tersebut bukanlah untuk membatasi ataupun mempersulit masyarakat yang hendak mendapatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja. Namun, kebijakan itu untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dari yang seharusnya untuk modal usaha, malah dijadikan untuk konsumtif.

Baca Juga
Lihat juga...