150 PKL Fly Over Kelok Sembilan Akhirnya Direlokasi

Editor: Mahadeva WS

288
Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Sumatera Barat Zul Aliman/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Rencana Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sumatera Barat merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Kelok Sembilan berhasil. Para pedagang akhirnya bersedia direlokasi.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Sumatera Barat Zul Aliman mengatakan, relokasi akan dilakukan pekan depan. “Kita memastikan 4 Juni pedagang kaki lima yang ada di jembatan layang Kelok Sembilan sudah direlokasi,” katanya, Selasa (29/5/2018).

Saat ini, sembari menunggu proses relokasi, pemerintah daerah melakukan pendataan para pedagang. Pemerintah juga melakukan pengukuran jalan lama yang akan digunakan sebagai tempat relokasi. “Beberapa hari yang lalu telah disepakati dengan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk melakukan relokasi tersebut,” tambahnya.

Sesuai kesepakatan, PKL akan dipindahkan ke jalan lama. Lokasi berdagang akan dibuat petak-petak. Para PKL akan menempati petak dengan cara di loting. Ada sekira 150 PKL yang akan direlokasi.

Sebelumnya keberadaan PKL di jembatan layang Kelok Sembilan mulai mengkawatirkan. Selain membahayakan pengguna jalan, keberadaan PKL juga membahayakan jembatan.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, sudah ada tim yang melakukan penertiban jembatan layang Kelok Sembilan. “Kita akan mencari solusi terbaik, agar pariwisata Limapuluh Kota, jalan, Kelok Sembilan bersih dari pedagang kaki lima. Relokasi itu sementara, karena untuk kebaikan mereka. Nanti akan disiapkan tempat dan itu tidak akan merugikan mereka,” ungkapnya.

Sementara untuk penertiban pengunjung, Polda Sumbar akan memasang CCTV di jembatan Kelok Sembilan. Petugas tidak akan menggelar razia, namun bagi pengendara yang kedapatan berhenti diatas jembata, akan dilakukan penindakan.

“Jadi mari sama-sama kita jaga. Baik yang melintas dari Payakumbuh menuju Pekanbaru, begitu juga sebaliknya untuk mematuhi rambu lalulintas. Jika ada tanda dilarang berhenti jangan berhenti,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...