18 Kabupaten di NTT Endemik Filariasis

327

MAUMERE — Dari 22 kabupaten dan kota di provinsi NTT terdapat 18 kabupaten yang termasuk daerah endemic penyakit Filariasis atau kaki gajah.

“Kabupaten Sikka juga termaksuk dalam 18 kabupaten endemis filariasis di NTT. Tahun 2018 ini rencananya akan dilakukan POPM filariasis putaran ke empat dan diharapkan akan terus berlanjut hingga putaran kelima nanti,” sebut Joice Tibuludji, SKM, M.Kes,Jumat (18/5/2018).

Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan NTT ini menyampaikan, Filariasis atau penyakit Kaki Gajah meruapakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarian dan ditularkan oeh berbagai jenis nyamuk sehingga harus ada tindakan massal dan masif untuk mencegahnya.

“Untuk NTT sejak tahun 2002 sampai 2015 penderita Filariass terbanyak terdapat di kabupaten Sumba Barat Daya dengan 758 orang disusul kabupaten Sikka dengan jumlah penderita sebanyak 681 orang,” terangnya.

Peringkat ketiga terbanyak lanjut Joice ditempati kabupaten Rote Ndao dengan 385 penderita serta kabupaten Sumba Tengah dengan 306 penderita dan kabupaten Ende sebanyak 264 orang. Kabupaten Alor di ururtan berikutnya dengan jumlah penderita sebanyak 167 orang dan kabupaten Ngada dengan jumlah 136 orang.

“Kabupaten Flores Timur menyusul di belakangnya dengan jumlah oarng yang mengidap penyakit kaki gajah sebanyak 133 orang dan kabupaten Sumba Barat 100 orang. Kabupaten Belu terdata 54 penderita, Sumba Timur 42 serta kabupaten Manggarai dengan jumlah penderita sebanyak 41 orang,” bebernya.

Joice Tibuludji, SKM, M.Kes
Joice Tibuludji, SKM, M.Kes,Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan provinsi NTT. Foto : Ebed de Rosary

Untuk kabupaten lainnya sambung Joice, berada di bawah jumlah 30 orang dimana kabupaten Lembata 24 penderita, Timor Tengah Utara 22, Malaka 20, Nagekeo7, Timor Tengah Selatan 5, Manggarai Barat 3, Belu dan Manggarai Timur masing-masing 2 orang.

Plt.Bupati Sikka Drs.Paolus Nong Susar mengatakan, kabupatennya merupakan salah satu daerah endemis filariasis dimana hingga 2016 jumlah penderita filariasis klinis yang dilaporkan 356 orang yang tersebar di 15 kecamatan dan 47 desa endemis.

Lima kecamatan dengan kasus terbanyak filariasis papar Nong Susar yakni kecamatan Talibura 58 kasus, Paga 55 kasus, Lekebai 55 kasus, Waigete 55 kasus Waiblama 44 kasus. Pada tahun 2016 ditemukan kasus baru di kota Maumere yaitu kecamatan Alok Barat 3 kasus, Alok 2 kasus dan Alok Timur 1 kasus.

“Ini menunjukan bahwa penyakit kaki gajah bukan hanya menyerang masyarakat yang ada di desa endemis tetapi semua masyarkat kabupaten Sikka beresiko tertular penyakit kaki gajah sehingga masyarakt usia 2 tahun sampai dengan 70 tahun yang sehat harus minum obat pencegahan,” tegasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk