28 Tahun Mangkrak, Patung Garuda Wisnu Kencana Hampir Rampung

Editor: Satmoko

1.888

BADUNG – Setelah mengalami proses pembangunan selama 28 tahun, proyek pengerjaan patung Garuda Wisnu Kencana atau yang lebih dikenal dengan GWK ini hampir selesai. Hari ini telah dilakukan pemasangan Mahkota Dewa Wisnu Kencana.

Seniman yang juga sekaligus sebagai pemrakarsa patung Garuda Wisnu Kencana, Nyoman Nuarta, mengatakan bahwa pemasangan mahkota tersebut sebagai tanda bahwa proyek patung secara keseluruhan akan segera diselesaikan. Ia memperkirakan bulan Agustus ini sudah bisa dirampungkan semuanya.

“Nanti akan kami berikan karya ini sebagai bentuk apresiasi di HUT RI yang ke 73 tahun,” ucapnya, Minggu (20/5).

Menurutnya, keberadaan patung setinggi 121 meter dari permukaan tanah atau 271 meter dari permukaan laut (dpl) ini sangat penting bagi Bali dan Indonesia. Sebagai pematung yang karya-karyanya tersebar di berbagal negara, Nuarta merasa bahwa la berkewajiban melahirkan karya-karya besar untuk tanah kelahirannya.

Nyoman Nuarta.-Foto: Sultan Anshori

Selama ini, katanya, Indonesia dan Bali khususnya, hanya mewarisi karya-karya agung dari para leluhur berupa bangunan-bangunan suci yang megah.

“Dan mengintegrasikan yang kita gunakan sekarang sebagai destinasi pariwisata. Memang ada pemandangan alam, tetapi itu kan anugerah dari alam,” papar Nuarta.

Nyoman Nuarta mengakui, dalam setiap proses pengerjaan pemasangan modul patung yang terbuat dari tembaga tersebut mengalami beberapa kendala, misalnya karena faktor angin kencang pada saat pemasangan. Menghambat pemasangan dari setiap modul (kepingan) yang ada.

Ia menambahkan, pemasangan Mahkota Dewa Wisnu menjadi bagian dari modul yang ke-529 dari total modul yang akan dilakukan seluruh tokoh patung GWK.

“Total modul pada patung ini sebanyak 754 buah, dan kami akan menyusunnya secara hati-hati karena berat rata-rata setiap modul itu dua ton,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku terharu sekaligus bahagia dengan proses pemasangan mahkota patung GWK ini.

Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari proses penting dari yang sudah dilalui. Harapannya, proyek ini bisa selesai pada waktunya, agar bisa memberi manfaat dan kebanggaan bagi masyarakat Bali, Indonesia, bahkan bagi masyarakat dunia.

“Saya terharu, saya sudah pernah mendeklarasikan kepada dunia, bahwa World Culture Forum bisa bermarkas di GWK ini,” ucap Gubernur Bali.

Mahkota tersebut terbuat dari tembaga dilapisi mozaik emas pada mahkotanya dengan berat total sebesar 3.5 ton. Nantinya akan menjadi ikon baru yang dimiliki oleh masyarakat Bali.

Bahkan konon, patung GWK yang memiliki ketinggian 121 meter dari permukaan tanah atau 271 meter dari permukaan laut (dpl) ini, disebut-sebut tertinggi di dunia  mengalahkan patung Liberty di Amerika Serikat.

Sebelumnya, juga dilakukan upacara ngrastiti dan pecaruan di pelataran patung yang dipimpin oleh 4 orang pedanda (pendeta Hindu) yang merepresentasikan Siwa dan Budha. Upacara ini digelar sebagai bagian dari upaya untuk meminta doa keselamatan serta kelancaran selama proses pengerjaan.

Baca Juga
Lihat juga...