3 Pasar Lelang Cabai di Kulonprogo Tidak Beroperasi

Editor: Mahadeva WS

460

YOGYAKARTA – Tiga pasar lelang cabai yang ada di Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta tidak beroperasi. Ketiga pasar tersebut berada di kawasan pembangunan bandara baru di kecamatan Temon. 

Di Kulonprogo terdapat 26 pasar lelang cabai yang disiapkan untuk membantu petani cabai. “Saat ini ada 23 pasar lelang yang aktif beroperasi dari total 26 pasar lelang yang ada di Kulonprogo. Tiga pasar lelang di wilayah Temon untuk sementara belum beroperasi, karena sedang ada pembangunan bandara NYIA,” ujar wakil Bupati Kulonprogo Sutejo, saat acara panen raya cabai, temu tani sekaligus penyaluran bantuan traktor oleh Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi Titiek Soeharto di desa Bugel Panjatan Kulonprogo belum lama ini.

Sutejo mengatakan, sebagai upaya mendorong pemasaran cabai, di wilayah pesisir Kulonprogo mulai dari Kecamatan Temon sampai dengan Kecamatan Galur sudah dibentuk Asosiasi Pasar Tani Karyo Manunggal. Asosiasi tersebut bertugas mengelola pemasaran cabai dengan sistem lelang melalui pasar lelang.

Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi Titiek Soeharto bersama Wakil Bupati Kulonprogo Suitejo (kiri) saat acara panen raya cabai, temu tani sekaligus penyaluran bantuan traktor di desa Bugel Panjatan Kulonprogo – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Pada saat panen raya, satu pasar lelang bisa memasarkan kurang lebih tujuh hingga 10 ton cabai dalam satu hari. Dari pasar lelang ini, cabai dari Kulonprogo biasanya dipasarkan ke sejumlah Pasar Induk di Jakarta dan sebagian sampai ke wilayah Sumatera,” jelasnya.

Sutejo berharap, pasar lelang cabai yang ada dapat terus tumbuh dan berkembang sebagai sarana petani dalam memasarkan cabai. Keberadaanya dapat membantu petani memperoleh keuntungan yang lebih besar karena mendapatkan harga jual terbaik.

Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyebut, pengembangan pasar lelang cabai di Kulonprogo harus didukung. Keberadaan pasar lelang cabai sangat penting bagi kesejahteraan petani. Selain membuat hasil panen tidak jatuh ke tengkulak, adanya pasar lelang cabai juga membantu menciptakan harga cabai terbaik bagi petani.

“Sangat penting sekali. Karena tanpa pasar lelang ini, hasil panen cabai para petani akan jatuh ke para tengkulak. Sehingga petani tidak bisa menentukan harga jual cabai mereka,” katanya.

Salah seorang ketua kelompok petani cabai Kulonprogo Sukarman mengaku mendapat keuntungan lebih dengan adanya pasar lelang cabai di desanya. Warga Desa Bugel, Panjatan, tersebut mengaku mendapatkan nilai jual cabai di pasar lelang jauh lebih tinggi dibandingkan harga di tengkulak.

“Jadi begitu panen, sebelum disetor ke pasar induk Jakarta, seluruh cabai akan ditampung dahulu di pasar lelang. Disitu cabai ditimbang dan ditawarkan dengan cara lelang secara terbuka. Dibanding dijual ke tengkulak, selisih harga cabai di pasar lelang ini bisa selisih Rp3.000 lebih tinggi perkilonya, Jadi petani sangat untung,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...