30 PNS Kejaksaan Studi Banding ke KPK

Editor: Koko Triarko

185
Kabiro Humas KPK, Febri Diasnyah. –Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pelatihan dan studi banding yang diikuti puluhan pegawai negeri sipili (PNS) dari unsur Kejaksaan, di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam kegiatan ini, mereka akan mendapatkan pembekalan pengetahuan dan pengalaman terkait pelacakan aset serta pengelolaan barang bukti, yang biasanya berhasil ditemukan dan disita petugas KPK dari berbagai operasi tangkap tangan (OTT) maupun dari pengungkapan kasus-kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) lainnya.

“Ada sekitar 30 jaksa dari bagian unsur Kepala Seksi (Kasie) Barang Bukti dari sejumlah perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) seluruh Indonesia, yang melakukan studi banding terkait pengelolaan barang bukti, maupun barang rampasan di KPK Jakarta”, jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Senin (28/5/2018).

Menurut Febri Diansyah, seluruh jaksa yang mengikuti studi banding akan mendapatkan pelatihan dari Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat).

Perwakilan jaksa yang datang langsung diterima tim Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) yang diketuai Irene Putri, sebagai Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) KPK.

Unit Pelacakan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti tersebut merupakan salah satu unit baru yang dibentuk oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Unit ini masih terbatas hanya sampai  pada tingkat Kejaksaan Tinggi Kejati) atau provinsi.

Untuk sementara, unit Pelacakan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti belum dibentuk untuk tingkatan yang lebih rendah atau di bawahnya, misalnya seperti di Kejaksaan Negeri (Kejari) yang ada di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Namun, secara bertahap unit tersebut rencananya akan dibentuk sampai ke tingkat daerah.

Jaksa yang mengikuti studi banding di KPK tersebut juga akan mendapatkan berbagai macam pengalaman. Di antaranya akan mendapatkan pengetahuan bagaimana cara melakukan praktik pengecekan fisik dan perawatan barang bukti kendaraan mewah hasil sitaan dari kasus korupsi.

“Nanti tim Labuksi dari KPK akan berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada puluhan jaksa yang mengikuti studi banding, termasuk di antaranya cara mengelola barang bukti berupa barang elektronik maupun barang nonelektronik”, pungkas Febri Diansyah.

Baca Juga
Lihat juga...