420 Pencaker Disiapkan untuk Proyek RDMP

Editor: Koko Triarko

570
Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan Tirta Dewi. –Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) oleh Pertamina akan dimulai Oktober 2018.

Pada tahap awal, kebutuhan tenaga paling banyak di bidang kesehatan dan keselamatan kerja (K3) atau HSE, sehingga Pemerintah Kota Balikpapan dan Kaltim melatih 420 pencari kerja yang bekerja sama dengan Pertamina.

Pelatihan kerja dan sertifikasi gratis kepada pencari kerja di Kalimantan Timur ini untuk meningkatkan kemampuan SDM. Rencananya, tahun ini akan ada dua kali pelatihan. Tahap pertama sebanyak 420 orang dan tahap kedua 540 orang.

“Kita tingkatkan skill-nya dulu dan beri sertifikasi standar dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sehingga, mampu terserap atau pun terlibat dalam upgrading kilang ini,” papar Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Tirta Dewi (18/5/2018).

Dijelaskannya, untuk kuota tersebut tidak ada pembagian khusus untuk masing-masing kabupaten/kota. Mereka yang mendaftar dari seluruh daerah di Kaltim harus lolos seleksi administrasi.

“Selanjutnya pada awal Juni nanti, dilanjutkan seleksi tertulis dan wawancara. Hasilnya, diserahkan ke provinsi untuk di peringkat 420 orang yang terbaik,” sebut perempuan berjilbab ini.

Lokasi pelatihan di UPTD BLKI Balikpapan yang dikelola Pemprov Kaltim dan UPTP BLK yang ada di Samarinda, milik Kementerian Ketenagakerjaan.

“Semuanya sudah dibagi untuk peserta dari Samarinda, Bontang, Kutim, Kubar, Kukar, dan Mahulu, akan menjalani pelatihan di Samarinda. Sedangkan Balikpapan, PPU, Paser, dan Berau di Balikpapan,” beber Tirta Dewi.

Dia mengatakan, selama pelatihan peserta dikarantina selama empat sampai lima hari. Pesertanya tak harus pengangguran, dan mereka yang sudah bekerja atau ingin meningkatkan kemampuan diri juga diperbolehkan mendaftar.

“Tergantung bagaimana hasil seleksi administrasi, tulis, dan wawancara,” katanya.

Tirta menambahkan, pelatihan kerja tidak hanya dilakukan pada tahun ini. Namun, pada tahun depan juga akan dilakukan pelatihan dan sertifikasi.

Ada pun pelatihan untuk keahlian welder, scaffolder, rigger, dan instrument, sehingga hingga akhir Desember ini, 960 pencaker harus sudah dilatih.

“Tahun depan untuk keempat keahlian ini dibutuhkan masa pelatihan lebih lama. Pelatihannya itu bisa sekitar 3-4 bulan,” tambahnya.

Pada 2020 sebanyak 15.000 pekerja akan ada di Balikpapan dalam pelaksanaan proyek RDMP tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...