Adik Ipar Rita Widyasari Diperiksa Terkait Dugaan Pencucian Uang

Editor: Koko Triarko

286
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta. –Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menggali keterangan dari Noval El Farveisa, adik ipar sekaligus penasehat hukum tersangka kasus korupsi, Rita Widyasari, mantan Bupati Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (30/5/2018), menjelaskan, saksi atas nama Noval akan ditanya seputar dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang diduga dilakukan oleh RIta selama menjabat sebagai Bupati Kutai Kertanegara. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan terkait materi pertanyaan tersebut.
Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan, Rita juga menjalani persidangan lanjutan sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi berupa penerimaan suap atau gratifikasi, saat dirinya masih menjabat sebagai Bupati Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.
Persidangan Rita digelar di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat. Noval diketahui sempat beberapa kali hadir dalam persidangan dan mengaku sebagai pengacara sekaligus kuasa hukum Rita.
Dalam persidangan beberapa waktu lalu, Rita diduga telah membeli sebuah rumah di kawasan Jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Namun, pemilik rumah mewah tersebut bukan Rita, tapi Noval, yang tak lain merupakan adik kandung Endri Elfran Syarif, suami Rita Widyasari.
Penyidik KPK telah menetapkan Rita bersama seorang pengusaha atau kontraktor bernama Khairudin, sebagai tersangka dalam kasus perkara pencucian uang atau TPPU.
Keduanya diduga telah menerima sejumlah uang sebagai commitment fee sebesar Rp436 miliar. Sebagian uang yang patut diduga dari hasil korupsi tersebut, di antaranya telah diubah peruntukannya dalam bentuk lain.
Rita diduga telah melakukan praktik pencucian uang untuk menyembunyikan atau menyamarkan sebagian uang hasil korupsi yang dilakukannya, saat dirinya menjabat Bupati Kutai Kertanegara.
Baca Juga
Lihat juga...