Aktivitas Sekolah di Lereng Merapi, Normal

Editor: Koko Triarko

253

YOGYAKARTA – Meski sempat mengungsi, sejumlah anak-anak di lereng Gunung Merapi, Sleman, tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. 

Status Gunung Merapi dari normal menjadi waspada sejak semalam, tak menghentikan kegiatan anak-anak sekolah. Terlebih sejak Senin (21/5), mereka tengah menjalani ujian kenaikan kelas hingga Sabtu (26/5) mendatang.

Seperti terlihat di SD Negri Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Sebanyak 152 siswa tampak tetap masuk sekolah tanpa satu orang siswa pun absen. Mereka juga terlihat tak terganggu, meski sebagian rumah mereka berada di kawasan rawan bencana.

“Dari sebanyak 152 siswa, seluruhnya tetap masuk sekolah. Walaupun ada sekitar 20 anak yang ikut mengungsi bersama orang tuanya sejak semalam karena takut adanya peningkatan aktivitas gunung Merapi,” ujar Kepala Sekolah SDN Glagaharjo, Poniam, Selasa (22/5/2018).

Poniam menyebut, peningkatan aktivitas Gunung Merapi sejak kemarin sore berupa letusan kecil hingga munculnya lava pijar memang membuat sebagian warga lereng gunung ketakutan. Sebagian mulai mengungsi pada pukul 02.00 WIB, meski akhirnya kembali ke rumah masing-masing pada Selasa pagi.

“Kebanyakan takut lalu mengungsi karena melihat munculnya lava pijar. Namun, selepas subuh mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Sebagian anak-anak ada yang ikut lari mengungsi, namun saya lihat mereka tetap bisa mengikuti ujian pagi ini tanpa kendala berarti,” ujarnya.

Sebagai salah satu sekolah siaga bencana, SDN Glagaharjo telah mendapatkan pelatihan terkait kesiapan menghadapi situasi bencana. Anak-anak telah dilatih dan dibekali pengetahuan untuk menyikapi peningkatan status Gunung Merapi.

“Sesuai arahan, karena ini masih status Waspada, maka anak-anak tetap masuk sekolah seperti biasa. Nanti jika memang ada peningkatan status ke siaga, dan ada arahan dari Pusdalop maupun BPBD, baru kemungkinan sekolah diliburkan,” katanya.

Berada di kawasan lereng Gunung Merapi, SDN Glagaharjo masuk dalam kawasan rawan bencana. Meski dibangun di kawasan relokasi setelah hancur akibat erupsi Merapi pada 2010, SDN Glagaharjo tetap masuk dalam kawasan berisiko terdampak bencana Merapi.

Baca Juga
Lihat juga...