Alhamdulillah, Saya Bangga Karya Saya Diapresiasi Pak Harto

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

627

JAKARTA — Hal yang membanggakan bagi seorang seniman, di antaranya hasil karya yang dikerjakan dengan sepenuh hati mendapatkan tanggapan positif. Apalagi jika masterpiece-nya mendapatkan penghargaan Museum Record Indonesia (MURI) dan mendapat pujian dari seorang Presiden ke-2 Republik Indonesia, HM Soeharto.

Kebanggaan tersebut juga menghampiri hati seorang seniman bernama Yogi S. Karmas yang membuat naga raksasa dengan menggunakan 84.000 gelas. Pada 2005 lalu, saat peletakan batu pertama Museum Tionghoa di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), ia mendapat kesempatan untuk menunjukan hasil karyanya kepada Pemimpin Indonesia.

“Pada saat itu Pak Harto melakukan peletakan batu pertama Museum Tionghoa di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sekitar tahun 2005,” kata Yogi S. Karmas kepada Cendana News di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Usai membuat sebuah naga raksasa, Yogi diminta oleh seorang pejabat untuk tetap berada di lokasi acara hingga menunggu instruksi berikutnya dari penyelenggara.

“Saya tentu menurut saja, untuk tetap berhenti disitu,” ujarnya.

Selang beberapa saat, Yogi melihat Pak Harto datang mendekat dan kemudian bicara pada dirinya.

“Siapa yang bikin? Apik, dibantu,” ungkap Yogi menirukan ucapan Pak Harto yang bicara dengan suara pelan tapi begitu sangat berwibawa. Wajah Yogi begitu berseri-seri mengenang kesempatan emasnya.

Yogi S. Karmas
Yogi S. Karmas bersama karya terbarunya Kacang Tak Pernah Lupa Kulitnya (Foto Akhmad Sekhu)

“Begitu Pak Harto bicara dibantu, saya dipanggil untuk mendekat dan kemudian bersalaman dengan Pak Harto,“ paparnya.

Momen bahagia tersebut sempat diabadikan oleh juru kamera yang menjadi bukti bahwa hasil karyanya mendapatkan penghargaan dari pemimpin negeri ini.

“Itulah fotonya,” seru Yogi sambil menunjuk sebuah foto kenangan dirinya saat bersalaman dengan Pak Harto.

Bahkan tidak hanya itu, ia juga mendapatkan sejumlah uang sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja kerasnya sekaligus pujian dari Bapak Pembangunan Indonesia tersebut.

“Alhamdulillah, saya bangga karya saya diapresiasi Pak Harto,” tuturnya penuh rasa syukur.

Baca Juga
Lihat juga...