Alu Bolen, Alat Musik Tradisional Etnis Tana Ai

Editor: Satmoko

284

MAUMERE – Alat musik tradisional dari bambu dan kayu di Kabupaten Sikka masih tetap dipertahankan dan dilestarikan. Khususnya di etnis Tan Ai, salah satu etnis dari 5 etnis besar di Kabupaten Sikka yang mendiami wilayah timur kabupaten ini.

Dalam sebuah pesta rakyat yang digelar di desa Kringa kecamatan Talibura, permainan musik kampung yang diperagakan oleh tiga warga dusun Delang desa Kringa membuat semua yang hadir terkesima.

“Permainan musik menggunakan alat musik Alu Bolen ini jarang sekali ditampilkan saat ini. Paling dalam setiap acara adat atau pesta rakyat, baru alat musik ini dimainkan,” sebut Kristianus Titi, Minggu (13/5/2018).

Warga desa Kringa ini saat ditanya Cendana News menjelaskan, alat musik Alu Bolen dibuat dari batang pohon Danar yang masih bisa dijumpai di wilayah timur kabupaten Sikka. Namun hanya orang-orang tertentu yang biasa memainkannya yang mengetahui kayu ini.

“Biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui kayu tersebut. Setelah dipotong kayu tersebut pun dibelah menjadi 7 potong dan disesuaikan bunyinya dengan 7 not yang ada,” tuturnya.

Permainan alat musik Alu Bolen dalam sebuah pesta rakyat di desa Kringa kecamatan Talibuta. Foto : Ebed de Rosary

Beni warga desa Kringa lainnya menambahkan, kayu tersebut setelah dipotong biasanya dibiarkan seharian. Biar agak sedikit kering baru dimainkan supaya suara alat musiknya terdengar lebih nyaring. Khususnya saat dipukul menggunakan pemukul yang juga dari kayu tersebut.

“Setelah dipotong menjadi 7 bagian dengan panjang sekitar 50 sentimeter, bagian badan kayu tersebut diberi tanda angka sesuai dengan not yang ada. Alat musik tersebut lalu diletakkan di atas kedua batang pisang,” terangnya.

Alat musik Alu bolen tersebut, beber Beni, diletakkan di atas batang pisang agar saat dipukul tidak membal atau melenting. Di antara setiap kayunya diberi pembatas dari kayu kecil yang ditancapkan di batang pisang.

Kristianus Titi warga desa Kringa kecamatan Talibura yang merupakan penduduk asli etnis Tana Ai. Foto : Ebed de Rosary

“Alat musik sederhana ini sudah mulai jarang dimainkan. Namun setiap ada acara adat besar atau pesta rakyat dan pentas seni tradisional biasanya sering dimainkan. Alu Bolen bisa dipergunakan mengiringi berbagai lagu dan sering dimainkan mengiringi lagu daerah yang dinyanyikan atau mengiringi tarian,” ungkapnya.

Biasanya, lanjut Beni, terdapat dua atau tiga orang yang memainkan alat musik ini secara bersamaan. Pemainnya saling duduk berhadapan. Alat musik ini bisa dimainkan dari dua sisi, namun not di kedua sisi kayunya berbeda. Ini yang membuat alat musik tradisional ini unik. Meski bentuknya sangat sederhana.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.