Ancam Bom Korem Kupang, Eki Dibekuk Polisi

Editor: Satmoko

323

KUPANG – Seorang remaja di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bernama Elki Natonis berusia 19 tahun dibekuk tim buru sergap Polres TTS saat sedang berada di pinggir jalan, Sabtu (19/5/2018) di kota Soe.

“Pelaku sudah kami tangkap dan akan diproses hukum. Pelaku mengancam akan mengebom Korem 161 Wirasakti Kupang melalui postingannya di grup Facebook Viktor Lerik Bebas Bicara dengan menggunakan nama akun Riko Lumba,” sebut Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH, MH, Minggu (20/5/2018).

Dalam postingan tersebut kata Jamari, pelaku membuat status “Untuk NTT belum saatnya. Kalian tunggu saja kami akan bom langsung di Korem”. Pelaku diamankan di kampung Alor, kelurahan Kota Baru, kecamatan Kota Soe saat sedang duduk santai di pinggir jalan.

“Informasi terkait keberadaan pelaku kami peroleh dari Direktorat Intelkam Polda NTT. Pelaku tidak mengetahui kedatangan polisi serta tidak dapat berkutik saat anggota buser membekuknya,” sebutnya.

Usai membekuk pelaku, lanjut Jamari, tim buser langsung bergerak ke rumah kediaman pelaku guna mengamankan barang bukti sebuah telepon genggam (handphone) merek Nokia yang digunakan pelaku untuk menaikkan status di grup Facebook Viktor Lerik Bebas Bicara.

Di rumah pelaku, papar Jamari, tim buser mengamankan adik pelaku, Bai Nobatonis yang saat itu sedang memegang handphone pelaku. Kedua orang ini sementara diamankan di Polres TTS dan pelaku akan dibawa ke Polda NTT.

“Kasus ini akan ditangani Polda karena laporan kasus pengancaman ini ditangani Polda NTT. Pelaku dijerat dengan Pasal 45 ayat 4 Jo Pasal 27 ayat 4 UU Nomor 11 Tahun 2018 yang telah diubah UU 19 Tahun 2009 tentang IT dengan ancaman 6 tahun penjara atau denda 1 miliar,” terangnya.

Elki mengakui, memang benar dirinya yang melakukan perbuatan tersebut dengan menulis status berisi ancaman akan mengebom Korem 161 Wirasakti Kupang di grup Facebook Viktor Lerik Bebas Bicara, karena iseng saja.

“Saya hanya iseng saja membuat status tersebut dan kaget saat ditangkap polisi. Saya khilaf dan minta maaf atas perbuatan saya ini yang sudah meresahkan orang lain,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...