Anggaran Pendidikan di NTB Meningkat Tiap Tahun

Editor: Koko Triarko

176
Kepala BPKAD NTB, Supran/Foto: Turmuzi
MATARAM – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Supran, berharap peningkatan anggaran pendidikan oleh Pemprov NTB setiap tahunnya dapat disertai dengan peningkatan kualitas dan mutu pendidikan.
“Anggaran pendidikan kita dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Pada 2018 saja, alokasi anggaran pendidikan di NTB mencapai 35,63 persen, lebih besar dari 2017, sebesar 34,38 persen”, kata Supran, di Mataram, Kamis (31/5/2018).
Kalau melihat besaran alokasi anggaran pendidikan yang digelontorkan tersebut, katanya, telah memenuhi ketentuan undang-undang, bahkan melebihi dari ketentuan UU, yaitu 20 persen.
Peningkatan kualitas pendidikan dimaksud, tidak saja dari sisi ketersediaan fasilitas dan sarana prasaran memadai, tapi juga SDM dihasilkan berkualitas.
“Termasuk terkait pemberantasan buta aksara, masalah drop out, memastikan Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) bisa tercapai, sebagai salah satu unsur dan komponen penting peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB”, katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Muhammad Suruji, mengungkapkan, rata-rata lama sekolah masih menjadi masalah pendidikan di NTB. Meski demikian, rata-rata lama sekolah tidak bisa menjadi indikator kinerja dalam waktu singkat.
Rata-rata lama sekolah di NTB belum mencapai target RPJMD. Data Dikbud NTB, pada 2016, Pemprov menargetkan rata-rata lama sekolah sebesar 7,40 tahun, namun baru terealisasi sebesar 6,79 tahun.
Suruji menjelaskan dalam menghitung rata-rata lama sekolah, yang dihitung penduduk yang berusia 21 tahun ke atas. Sementara, penduduk yang berusia 21 tahun ke bawah tidak dihitung.
Baca Juga
Lihat juga...