Angin Kencang, Nelayan Sikka Libur Melaut

Editor: Mahadeva WS

203

MAUMERE – Angin kencang yang melanda kabupaten Sikka sejak dua hari terakhir menyebabkan nelayan setempat memilih berhenti melaut sementara saat siang hari. Angin yang kencang menjadikan gelombang di perairan Teluk Maumere dan Laut Flores meninggi.

Jalo, salah seorang nelayan di Kampung Buton kelurahan Kota Uneng kota Maumere yang beristirahat melaut saat siang hari akibat angin kencang. Foto : Ebed de Rosary

Nelayan menyebut, akibat angin yang kencang, ketinggian gelombang air bisa mencapai satu hingga satu setengah meter. “Kalau angin sudah mulai reda kami akan melaut pukul tiga sore. Tetapi kalau belum reda biasanya kami akan melaut usai Magrib atau malam hari hingga Subuh baru kembali,” sebut Nelayan Kampung Buton kelurahan Kota Uneng, Maumere bernama Jalo, Rabu (16/5/2018).

Jalo menyebut, biasanya musim angin kencang akan berlangsung selama satu hingga dua minggu. Kondisi tersebut membuat nelayan memilih untuk melaut malam hari. Apalagi bagi nelayan yang sebagaian besar beragama Islam memasuki bulan Ramadhan lebih memilih melaut saat malam hari.

“Siang hari para nelayan lebih memilih beristirahat saja di rumah hingga waktu berbuka puasa tiba. Kalau angin tidak kencang kami biasanya mancing sore hingga malam hari sejauh satu hingga dua mil saja,” tambahnya.

Nelayan Kampung Buton lainnya Muhammad Isbal menjelaskan kepada Cendana News, nelayan di perkampungan tersebut biasanya memiliki kapal motor penangkap ikan berbahan kayu bobot dua hingga tiga Gross Ton (GT). Kapal tersebut bisa menampung delapan nelayan untuk sekali melaut.

Sementara saat musim angin tenggara yang kencang seperti saat ini, nelayan biasanya tidak melepas pukat di tengah laut. Nelayan memilih melepaskan pukat di sekitar Teluk Maumere yang hanya berjarak 300 meter dari pesisir pantai.

Dengan kapal berukuran 2 GT nelayan memilih memancing ikan dasar seperti Kerapu dan Kakap dan juga memancing ikan tuna di rumpon yang berada sekitar 500 meter dari pelabuhan Laurens Say Maumere. “Rumpon tersebut milik salah satu restaurant di kota Maumere dan dijaga oleh seorang petugas. Para nelayan tidak dilarang memancing ikan disini tetapi kalau melepas pukat dilarang keras,” sebutnya.

Memancing ikan Tuna menurut Isbal diperbolehkan dengan syarat. Setiap mendapat tiga ekor ikan tuna, maka satu ekornya harus diberikan kepada pemilik rumpon. Ikan-ikan pelagis di tempat ini sangat banyak sehingga menjadi tempat berkumpul bagi ikan tuna dan cakalang.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.