Anies: Ancaman Teroris Tidak Menganggu Persiapan Asian Games 2018

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

219

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan, persiapan Asian Games 2018 tidak terganggu dengan adanya rentetan teror bom yang belakangan ini terjadi di Jawa Timur.

“Insyallah tidak terganggu,” ucap Anie di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018).

Menurut Anies, justru dengan adanya teror yang terjadi saat ini bisa menjadikan pelajaran untuk meningkatkan pengamanan.

“Kita bisa lebih waspada melihat potensi-potensi ancaman keamanan. Kasus-kasus seperti sekarang ini menjadi bahan untuk mengamankan Asian Games yang lebih baik,” ucap Anies.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya akan menambahkan closed circuit television (CCTV) di beberapa titik Ibu Kota untuk meningkatkan keamanan.

Pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) dengan perihal keamanan pesta olahraga itu.

“Kami sedang duduk dengan Inasgoc untuk menentukan di mana saja yang perlu ditambah,” ujarnya di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, kemarin.

Diberitahukan, Asian Games 2018 akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang di Jakarta dan Palembang. Sekitar 15.000 atlet akan menginap di Wisma Atlet Kemayoran serta berlatih dan bertanding di kawasan Gelora Bung Karno, Rawamangun, dan Pulomas, Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah.

Adapun pengawasan di Jakarta ditingkatkan menjadi siaga satu setelah terjadinya aksi teror di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (14/5/2018).

Ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna.

Korban tewas akibat bom di tiga gereja tersebut mencapai 14 orang. Sementara 41 orang lainnya mengalami luka-luka.

Malam harinya, ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Pelaku tewas ditembak mati, sementara anak dan istrinya tewas akibat ledakan bom di dalam unit rusun mereka.

Sementara pagi tadi, ledakan kembali terjadi di Surabaya tepatnya di Mapolrestabes Surabaya. Hingga Senin pukul 11.00, diketahui korban sementara empat anggota polisi dan enam warga sipil yang tengah dirujuk ke rumah sakit.

Baca Juga
Lihat juga...