Anies: Jakarta Harus Bebas dari TBC

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

164

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Dinas Kesehatan setempat maupun lembaga Internasional guna mewujudkan kota bebas tuberkulosis (TBC).

Disebutkan, sebagai provinsi yang pertama menandatangani komitmen bersama kota bebas TBC konsekuensinya Jakarta harus menjadi yang pertama dalam mewujudkannya.

“Ini (penandatanganan) langkah konkret menuju Jakarta bebas TBC. Ini adalah penandatanganan yang pertama di Indonesia, konsekuensinya kita harus yang pertama bebas dari TBC,” ucap Anies usai penggalangan ‘Komitmen Bersama Melalui Rencana Aksi Daerah Menuju Jakarta Bebas Tuberkulosis dan Pemenuhan Hak Sehat Anak Melalui Imunisasi’ di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Senin (14/5/2018).

Anies menilai Jakarta masih memiliki potensi penyebaran sehingga imunisasi memegang peranan penting dalam pencegahan penyakit TBC.

“Komitmen ini harus kita tunaikan dengan sungguh-sungguh, jangan hanya seremonial saja, melainkan aksi nyata di lapangan,” tambahnya.

Anies memerintahkan kepada jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk belajar dari pengalaman negara lain.

“Kita sudah seharusnya siapkan imunisasi dengan kantong kita sendiri, jangan terlalu berharap bantuan dari lembaga internasional, lebih dari itu kita ambil pengalaman mereka dan kita adaptasi untuk mencegah TB di Jakarta,” ungkapnya.

Untuk diketahui, penanggulangan dan Imunisasi ini masuk dalam program prioritas. Penanggulangan termasuk salah satu Standar Pelayanan Minimal dan wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah, sesuai dengan Permenkes 43 Tahun 2016 dan dikuatkan melalui Peraturan Pemerintah nomor 2 Tahun 2018.

Pemprov mendukung percepatan eliminasi TBC tersebut dengan menghasilkan sebuah regulasi melalui Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2018 tentang Penanggulangan TBC di DKI Jakarta dan menuangkan rencana-rencana dalam bentuk dokumen Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC di DKI Jakarta.

Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC merupakan rencana aksi yang diintegrasikan dalam setiap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing OPD sesuai dengan peran dan fungsinya.

RAD Penanggulangan TBC memiliki nilai strategis mengarah pada promosi, pencegahan dan perbaikan kualitas layanan. Selama ini pendanaan masih bergantung dari donor atau bantuan luar negeri, diharapkan dengan adanya RAD TBC ini rencana kegiatan yang dibutuhkan dalam upaya Percepatan Eliminasi Tuberkulosis tahun 2030 dapat dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.