banner lebaran

Antisipasi Teror, Panitia Asian Games Gandeng BNPT

Editor: Satmoko

244
Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 dan Ketua Umum Inasgoc Erick Thohir (Foto Akhmad Sekhu)

JAKARTA – Peristiwa teror bom gereja di Surabaya membuat Panitia Asian Games 2018 jadi terkesiap.

Untuk mengantisipasi aksi teror saat Asian Games 2018 digelar, Panitia menjalin kerjasama yang baik dengan TNI dan Polri untuk mengamankan ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Bahkan Panitia berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan membentuk desk khusus intelijen.

“Tadi kami mendapat berita yang tidak enak, kami panitia turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya dengan kejadian teror bom di Surabaya, tapi alhamdulillah Parade berjalan dengan lancar,“ kata Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 sekaligus juga Ketua Umum Inasgoc (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee) Erick Thohir, dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk ‘Menghitung Dampak Ekonomi Asian Games 2018’ di Gedung Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Dengan event olahraga Asian Games 2018 ini, Erick menekankan pada persatuan.

“Ini kesempatan kita Indonesia menjadi satu, tidak dilihat dari latar belakang yang berbeda-beda karena kita sebagaimana lambang negara kita, Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Pak Suhardi Alius, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, di mana kita akan buat desk khusus intelijen, supaya bersinergi dengan hal-hal lainnya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, panitia juga melakukan keamanan dalam sistem cyber salah satunya dengan Main Operation Center (MOC).

“Kami panitia sudah membuat cyber protection dengan MOC dan macam-macam. Alhamdulilah kemarin dipimpin langsung Pak Wapres, duduk dengan Menkominfo Rudiantara, bekerja sama dengan badan cyber dan sandi. Kami mensinergikan supaya nanti meminimalkan hal-hal yang akan terjadi di sistem cyber ini,” bebernya.

Melalu sistem keamanan fisik dan cyber ini, Erick berharap kejadian-kejadian penghambat Asian Games dapat diantisipasi.

“Kita belajar pada Korea saat pembukaan olimpiade yang sempat delay satu jam karena sistem ticketing-nya di-hack. Kami sekarang mencoba melihat hal-hal itu,” paparnya.

Oleh sebab itu Erick akan memperketat sistem ticketing dan melakukan pengawasan ekstra untuk setiap warga yang akan masuk ke arena diselenggarakannya Asian Games.

“Siapapun yang masuk ke venue harus melalui akreditasi. Juga tidak ada orang yang membeli tiket tanpa mendaftar detail tinggal di mana, nomor telepon berapa, dan lain-lain. Karena ini juga meminimalisir resiko yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.