Antisipasi Teror, Pengaman Polres Solo Raya Diperketat

Editor: Mahadeva WS

319

SOLO – Aksi teror yang mengguncang Surabaya, Jawa Timur, memunculkan berbagai respon tersendiri bagi wilayah lain di Indonesia. Status siaga satu diterapkan Polda Jawa Tengah hingga tingkat Polres yang ada di jajarannya.

Bahkan untuk mengantisipasi aksi serupa, pengaman di Polres Solo dan sekitarnya juga turut diperketat.  Setiap tamu yang akan berkunjung diperiksa dengan ketat. Pengaman standar dalam antisipasi teror dilakukan oleh petugas dengan senjata lengkap.

Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto – Foto: Harun Alrosid

Untuk kendaraan roda empat maupun lebih, petugas juga memeriksa dengan metal detektor maupun alat pengamanan lainnya. “Pemeriksaan ini menindaklanjuti siaga satu yang diterapkan Polda Jawa Tengah. Mohon maaf untuk semua tamu yang akan berkunjung ke Polres harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu,” papar Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto disela pemeriksaan, Senin (14/5/2018).

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi  barang bawaan serta keperluan kerkunjung ke Polres. Dalam pengamanan ini, petugas juga membentangkan pagar kawat berduri untuk memperlambat gerak jika ada oknum yang berupaya menerobos markas kepolisian. “Selama siga satu, prosedur penjagaan diperketat. Jika ada yang mencurigakan kita akan geledah,” tandasnya.

Hal serupa juga diterapkan di Polres Boyolali. Setiap tamu yang akan masuk ke Polres juga harus melewati pemeriksaan petugas. Barang bawaan serta setiap orang yang akan masuk tak luput dari pemeriksaan.  Langkah tersebut untuk mengantisipasi terjadinya aksi teror seperti di Surabaya.

“Kita harapkan masyarakat tetap tenang. Kami mohon maaf jika masyarakat kurang nyaman, namun ini untuk kebaikan bersama menciptakan kondisi yang aman dan nyaman,” papar Wakapolres Boyolali, Kompol Zulfikar Iskandar.

Pemeriksaan terhadap tamu serta memperketat  penjagaan juga dilakukan di tingkat Mapolsek. Seluruh jajaran Polsek di Polda Jawa Tengah juga diintruksikan menerapkan prosedur pemeriksaan yang sama. Setiap pengunjung atau tamu yang harus melewati pemeriksaan petugas.

“Antisipasi teror ini dengan peningkatan pengamanan ekstra.  Seluruh anggota disiagakan, baik untuk penjagaan maupun deteksi dini ancaman teror,” imbuh Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman secara terpisah.

Selain  memperketat penjagaan dan pemeriksaan  di pintu masuk Mapolres, jajaran Polres Sragen juga diintruksikan meningkatkan pengamanan gereja-gereja dan tempat ibadah lainnya. Pengaman akan diterapkan hingga status siaga satu dicabut. “Kita juga intensifkan patroli serta bhabinkantibmas,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...