banner lebaran

Antisipasi Teroris, Polres Metro Perketat Tempat Ibadah

Editor: Satmoko

228

JAKARTA – Menyikapi perkembangan situasi terkini dengan adanya aksi teror di Surabaya, Jawa Timur, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi meminta seluruh Kapolsek di wilayah Jakarta Barat untuk melakukan ekstra pengamanan di gereja-gereja dan tempat ibadah lainnya yang ada di wilayah hukum masing-masing.

Ia juga meminta anggotanya bekerja sama di lapangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menindaklanjuti hal itu, Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana memerintahkan anggotanya agar melakukan kerja sama dengan pihak petugas pengamanan gereja agar ikut membantu mengatur sistem pengamanan para jemaat yang akan melakukan ibadah minggu pagi, sore hari, hingga malam hari.

Situasi penjagaan di sebuah gereja di Jakarta. Foto: Ist/Dok Polres Metro Jakbar

“Usahakan mengatur perparkiran mobil agak menjauh dari gereja guna mengurangi pelaku memanfaatkan keramaian umat yang silih berganti mengikuti ibadah,” ujar Lambe di Jakarta Barat, Minggu (13/5/2018).

Tak hanya itu, Kapolsek juga meminta agar pengamanan diprioritaskan pada gereja-gereja yang terletak strategis dan memiliki banyak jemaat.

“Kami juga meminta kepada pihak gereja untuk selalu memprioritaskan keamanan,” ujarnya.

Selain itu, personel juga ikut memberikan pengumuman pada gereja untuk tetap tenang dan ikut membantu secara sungguh-sungguh sistem pengamanan anggota jemaat. Khusus untuk pembawa tas agar tidak dibawa ke dalam gereja, namun bisa dititipkan di tempat tertentu yang telah diatur bersama petugas pengamanan gereja.

“Ini merupakan standar operasional kita dalam pengamanan gereja, dan sterilisasi dilakukan guna menjamin kemananan serta kelancaran jalannya ibadah jemaat gereja,” katanya.

Tak hanya itu, Polsek Tambora juga melakukan hal serupa untuk menjaga keamanan umat Nasrani yang tengah melakukan ibadah. Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh juga melakukan pengamanan ketat pada tiap tempat ibadah.

“Kami berupaya dan terus bekerja keras untuk mencegah dan menanggulangi serta antisipasi terhadap pelaku terorisme, dan senantiasa mengimbau masyarakat senantiasa waspada terhadap aksi teroris,” tuturnya di tempat yang berbeda.

Kegiatan pengamanan gereja dilakukan dengan patroli mobile dan pengamanan di lokasi oleh beberapa petugas polisi.

“Pengamanan ini agar jemaat dapat beribadah dengan tenang dan menciptakan rasa aman,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, telah terjadi aksi bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh sindikat teroris di tiga gereja di Surabaya. Dari laporan sementara, diketahui sejumlah orang meninggal dunia dan puluhan orang terluka dalam insiden tersebut.

 

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.