Arminsyah Meminta Aktor Intelektual Bom Bunuh Diri Diungkap

Editor: Mahadeva WS

186
Wakil Sekretaris (Wasekjen) MUI, Amirsyah Tambunan. Foto : Sri Sugiati.

JAKARTA – Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Arminsyah Tambunan meminta aktor intelektual aksi bom bunuh diri diungkap. Arminsyah mengutuk keras pelaku teror bom yang terjadi di beberapa gereja di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5/2018).

Teror bunuh diri tersebut dinilainya, tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Namun dari catatannya, setiap kejadian teror bom dalang utamanya tidak pernah tertangkap. “Tapi masalahnya, kenapa aktor intelektualnya nggak bisa diungkap. Ada apa itu? Coba diungkap,” kata Armirsyah kepada Cendana News ditemui d Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Amirsyah merasa heran Mako Brimob bisa kecolongan dengan kejadian kerusuhan teror yang menyebabkan jatuhnya korban. “Polisi masa di markasnya (Brimob) bisa kecolongan,” tukasnya.

Polisi menurutnya, harus bekerja profesional untuk mendeteksi segala macam bentuk terorisme. Jangan sampai aksi teror memecah belah umat. Apalagi seluruh komponen bangsa sepakat aksi terorisme adalah musuh bersama. Oleh karenanya, aktor intektual dari aksi tersebut harus dilacak.

Mengingat ancamam teror bom yang masih terjadi, dihimbau agar umat jangan mudah terprovokasi. Hal itu bisa memecah belah persatuan dan kesatuan antar umat beragama. Semua agama harus bersatu melawan terorisme karena tidak sejalan dengan nilai-nilai agama.

Mengingat kejadian bom bunuh diri dengan banyak korban masih sering terjadi, Amirsyah meminta pemerintah dan aparat bertindak tegas terhadap para pelakunya.  “Secara pribadi, saya mengutuk bom bunuh diri. Pemerintah dan aparat harus menindak pelaku dan aktor intelektualnya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...