Arsitektur Pasar Pecatu Dapat Pujian

Editor: Mahadeva WS

276

BADUNG – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengagumi arsitektur pasar tradisional di Bali. Hal tersebut disampaikan saat meninjau Pasar Desa Adat Pecatu, Bali, Jumat (25/5/2018).

Menurut Enggartiasto, bangunan Pasar Desa Adat Pecatu terlihat tetap mempertahankan kearifan lokal. “Pasar Desa Adat Pecatu adalah salah satu pasar yang dalam pembangunannya tetap menjaga arsitektur lokal. Dengan kekhasan budayanya, saat berada di pasar ini sangat terasa nuansa Bali-nya,” ujar Mendag usai meninjau pasar adat pecatu.

Mendag Enggar juga menyampaikan apresiasinya atas kebersihan pasar yang senantiasa terjaga. Tingkat kebersihan di Pasar Desa Adat Pecatu sangat tinggi. “Setiap tempat disediakan air untuk mencuci sehingga membuat pasar tetap higienis. Bali memang memiliki keunikan tersendiri, dan dari dulu Bali mempunyai ciri khas sendiri terhadap arsitektur bangunannya seperti hotel, gedung dan sebagainnya. Termasuk arsitektur bangunan pasarnya ini,” pungkas Enggar sembari kembali melihat bangunan pasar adat pecatu Bali.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang mendampingin Mendag mengatakan, dari sisi arsitektur pasar-pasar di Kabupaten Badung memiliki nuansa lumbung. Lumbung merupakan simbol jinang yang dalam kearifan lokal Bali sebagai simbol tempat Dewi Sri yang merupakan lambang kemakmuran.

“Pasar adalah bagian dari kemakmuran itu sendiri. Beliau sangat apresiasi dan mendorong. Ini akan dijadikan contoh oleh beliau untuk mensosialisasikan pembangunan pasar tradisional. Tentu bukan berarti harus bersimbol lumbung tetapi yang beliau maksudkan bagaimana mendorong ke daerah lain bahwa dalam membangun pasar secara fisik terdapat nilai kearifan lokal,” tutur Wabub Suiasa.

Pasar Desa Adat Desa Pecatu adalah pasar tradisional yang relatif baru. Pembangunannya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung. Pasar yang diresmikan pada 28 Februari 2018 tersebut merupakan relokasi dari pedagang-pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan. Pasar ini memiliki 48 los yang terdiri atas pedagang sayur, buah, bumbu dan sarana upacara agama dan kuliner; 12 los khusus pedagang bapok; serta 18 kios.

Baca Juga
Lihat juga...