ASDP Bakauheni Imbau Pemudik Berangkat Siang Hari

Editor: Koko Triarko

212
LAMPUNG – PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni, mengimbau pemudik untuk melakukan perjalanan pada siang hari.
Imbauan tersebut disampaikan Anton Murdianto, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, mengingat selama ini pemudik memilih perjalanan malam hari, dan untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang yang sering mengingap di pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Anton Murdianto menyebut, tren keberangkatan malam hari umumnya dilakukan penumpang pejalan kaki dari pelabuhan penyeberangan Merak, Banten. Imbasnya banyak penumpang tiba di pelabuhan Bakauheni pada subuh dan menginap di pelabuhan menunggu pagi. Setelah tiba di pelabuhan Bakauheni, penumpang menunggu bus jurusan terminal Rajabasa dan sejumlah kota tujuan di Lampung Timur.
Anton Murdianto (tengah) General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung [Foto: Henk Widi]
Imbauan tersebut juga dipasang dalam bentuk banner di sejumlah titik, berkoordinasi dengan Polres Lampung Selatan. Untuk kelancaran penumpang, PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni juga telah berkoordinasi dengan Organda dalam penyediaan bus antarmoda.
Sebab, katanya, selama ini keberangkatan bersamaan pada pagi hari berdampak penumpukan di ruang tunggu pelabuhan. Meski demikian, bagi penumpang yang menginap telah disediakan fasilitas berupa karpet, kipas angin, dispenser air serta pengamanan dari petugas.
“Kami sudah menyiapkan bus yang cukup, agar penumpang pejalan kaki turun dari Merak bisa langsung melanjutkan perjalanan, terutama untuk tujuan terminal Rajabasa, dengan jaminan keamanan dari pihak kepolisian,” terang Anton Murdianto, Rabu (30/5/2018).
Sementara itu, selain petugas dari BKO TNI AL, keamanan Pelabuhan Bakauheni juga akan diperkuat oleh personel dari Polres Lampung Selatan. Sebanyak 60 fasilitas closed circuit television (CCTV) bahkan dipasang di sejumlah titik, guna memantau keamanan dan menghindari tindak kriminal di wilayah pelabuhan Bakauheni selama arus mudik lebaran.
Selain mengimbau penumpang pejalan kaki untuk menghindari perjalanan malam hari, ia juga mengimbau agar penumpang menghindari membawa barang bawaan dalam jumlah banyak.
Anton Murdianto juga menyebut, sarana dan prasarana kepelabuhan telah dipersiapkan. Fasilitas loket penjualan tiket penumpang pejalan kaki yang pada hari normal hanya 8 unit, ditambah menjadi 14 loket, loket kendaraan roda 2 semula 2 loket menjadi 14 loket ditempatkan di area Dermaga 7. Loket pembelian tiket kendaraan roda empat semula 8 unit menjadi 17 unit.
Selain fasilitas loket pembelian tiket, PT. ASDP Indonesia Ferry juga menyediakan 6 dermaga, di antaranya Dermaga 1, 2, 3, 5, 6 dan 7. Setiap dermaga memiliki kapasitas parkir kendaraan hingga 700 unit, campuran baik kendaraan pribadi maupun kendaraan bus penumpang.
Khusus untuk flow kendaraan roda dua yang disediakan loket portable, sebanyak 2.000 kendaraan roda dua diplotting khusus untuk dermaga 7. Lokasi yang lurus sejajar dengan loket pembelian tiket membuat kendaraan roda dua dari pulau Sumatera yang akan menyeberang ke Pulau Jawa disediakan jalur khusus. Saat membludak, sebagian akan diarahkan ke dermaga lain yang kosong.
“Kita siapkan sekitar 10 titik toilet dengan 63 pintu toilet, untuk memenuhi kebutuhan penumpang,” terang Anton Murdianto.
ASDP Indonesia Ferry juga menyiagakan 68 Kapal Roro. Sementara 5 Kapal Roro lainnya sedang menjalani proses docking, karena saat kondisi normal hanya sekitar 55 kapal dioperasikan.
Sejumlah kapal yang melayani arus mudik dan balik lebaran 2018 sudah menjalami uji petik dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bakauheni dan Merak.
Baca Juga
Lihat juga...