ASDP Bakauheni Lakukan Koordinasi Reposisi Kapal Kandas

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

309

LAMPUNG — PT.Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penyelamatan kapal Titian Nusantara milik PT.Prima Eksekutif. Kondisi ombak tinggi, angin kencang menyebabkan kapal kandas di antara Pulau Kandang Balak dan Pulau Kandang Lunik.

Anton Murdianto, General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebutkan, langkah awal penyelamatan difokuskan pada evakuasi 108 penumpang menggunakan tug boat TB Merak yang sandar di dermaga empat Pelabuhan Bakauheni.

Anton Murdianto menyebutkan, setelah evakuasi penumpang, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Bengkulu Lampung, perusahaan pelayaran menunggu proses reposisi selanjutnya.

Berdasarkan informasi cuaca, terutama prediksi air laut pasang diperkirakan sekitar pukul 12.00 dengan ketinggian sekitar 1,49 meter dan langkah evakuasi dengan menyiagakan TB Merak dan tug boat Muara Sejati milik PT.Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bakauheni.

“Kita terus pantau perkembangan kondisi perairan terutama untuk langkah repoisisi kapal dari lokasi kandas karena semua penumpang telah dievakuasi ke lokasi aman, kini tinggal menggerakkan tug boat saat waktu memungkinkan,” terang Anton Murdianto di Bakauheni, Rabu (23/5/2018).

Ananto Widodo, kepala cabang PT.Prima Eksekutif menyebutkan, sekitar pukul 04.48 WIB akibat kondisi cuaca buruk dengan angin kencang, kabut tebal di alur keluar diduga sebagai penyebab kandasnya kapal tersebut.

“Proses reposisi nantinya akan dilakukan setelah kondisi air pasang sehingga untuk manuver kapal bisa dilakukan,” papar Ananto Widodo.

Aguswanto salah satu penumpang asal Bengkulu Selatan tujuan Pulogadung menyebut ia naik kapal tersebut bersama dengan bus PO.SAN. Setelah dievakuasi menggunakan tug boat TB. Merak dirinya langsung mendapatkan pelayanan dari perusahaan pelayaran PT. Prima Eksekutif dengan penyediaan makanan dan minuman serta ruang istirahat.

“Kami sempat kuatir karena saat kapal kandas kondisi cuaca hujan disertai angin dan saya bersama istri membawa anak umur lima tahun,” papar Aguswanto.

Anton Murdianto (kiri) GM PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni dan Ananto Widodo (kanan) kepala cabang PT.Prima Eksekutif pemilik KMP Titian Nusantara [Foto: Henk Widi]
Bari dan Dika pengemudi truk colt diesel pengangkut buah buahan menyebutkan, sudah enam jam sejak kapal kandas dirinya dievakuasi. Sebagai pengangkut buah buahan disebutnya kuatir buah buahan yang dibawa busuk. Ia sudah ditelpon sama penerima barang di Cikipo dan pengirim di Padang dan sebagian Pemalang Jawa Tengah.

Ia bahkan menyebut sudah menanyakan evakuasi kapan akan dilakukan sebab dirinya mendapat komplain dari penerima dan pengirim. Sebagai langkah selanjutnya ia bahkan sudah melakukan koordinasi dengan perusahaan terkait kompensasi atas keterlambatan waktu dan resiko barang yang dibawa.

Berdasarkan informasi terkini dari total 108 penumpang meliputi pengemudi kendaraan truk , penumpang bus sebagian memilih melanjutkan perjalanan dengan kapal lain. Sebanyak 19 penumpang memilih melanjutkan perjalanan dengan kapal lain karena bisa melanjutkan perjalanan dengan bus di Merak. Sementara 89 penumpang lain masih tetap bertahan di loby penumpang menunggu kendaraan yang ada di atas KMP Titian Nusantara bisa direposisi.

Baca Juga
Lihat juga...