Bangka Selatan Larang Uang Kembalian Ditukar Permen

199

TOBOALI – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provisi Kepulauan Bangka Belitung melarang mini market dan toko swalayan mengganti uang kembalian dengan permen atau makanan ringan. Larangan disampaikan dalam bentuk surat imbauan yang dikirimkan kepada pelaku usaha mini market di wilayah tersebut.

“Kami sudah mengirimkan surat imbauan kepada seluruh pelaku usaha mini market dan swalayan agar jangan sampai menukar uang kembalian dengan permen, karena ini melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” kata Kepala Dinas PMPTSPP Kabupaten Bangka Selatan, Muhammad di Toboali, Rabu (16/5/2018).

Surat imbauan dikeluarkan karena banyaknya laporan masyarakat yang mengeluhkan sering mendapatkan pemberian uang kembalian ditukarkan dengan permen. Hal tersebut sering dialami ketika berbelanja di mini market dan swalayan. “Untuk menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut maka dari itu kami keluarkan surat imbauan kepada pemilik supermarket atau swalayan,” ujarnya.

Menurutnya, ada sanksi di undang-undang dan peraturan pemerintah tentang perdagangan dan perlindungan konsumen. Sanksi yang menanti pelaku usaha cukup berat  cukup berat bahkan terancam dicabut izin usahanya. Sementara untuk sanksi pidana paling lama satu tahun penjara dan denda Rp200 juta.

Jika ditemukan pelanggaran peraturan oleh pelaku usaha, pemerintah menyerahkan permasalahan tersebut sepenuhnya kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen (PPNS-PK) di Provinsi Bangka Belitung. “Untuk masalah undang-undang yang dilanggar oleh pelaku usaha ritel, toko swalayan atau mini market, kita serahkan ke PPNS-PK Provinsi Babel untuk memprosesnya,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...