Bank Kalsel Diminta Bertransformasi Jadi Perbankan Syariah

Editor: Satmoko

243
Ketua Keluarga Besar PII Kalsel Ustad Chairani Ideris - Foto Arief Rahman

BANJARMASIN- Ketua Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalsel Ustad Chairani Ideris meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel untuk lebih serius dalam mendorong transformasi Bank Kalsel menjadi syariah.

Hal ini menurutnya cukup beralasan, mengingat dengan penduduk Kalsel yang mayoritas muslim dan punya tingkat religius yang tinggi, harusnya Bank Kalsel bukan fokus menjadi perbankan konvensional, namun menjadi perbankan syariah.

“Faktanya saat ini yang saya lihat, Bank Kalsel hanya menyediakan unit usaha syariah untuk bisa menggarap pasar muslim di Banua. Harusnya Bank Kalsel bisa mencontoh Provinsi Aceh dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang perbankan daerahnya sudah bertransformasi sepenuhnya syariah,” katanya, Minggu (27/5/2018).

Dengan menjadi syariah dirinya optimis perkembangan bisnis Bank Kalsel bisa semakin meningkat. Hal itu karena makin leluasa untuk menggarap pasar muslim yang selama ini masih belum tergarap optimal.

“Kalau tidak ada lagi konvensionalnya, masyarakat muslim di Banua pasti makin percaya untuk menggunakan berbagai layanan perbankan di Bank Kalsel. Khususnya pada daerah Banua Enam yang cukup tinggi peminat perbankan syariahnya,” ungkap Pemrakarsa BPR Lokal Syariah Pertama di Kalsel tersebut.

Memang diakuinya untuk bertransformasi menjadi keseluruhan perbankan syariah, tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Hal itu salah satunya karena budaya organisasi Bank Kalsel sudah tumbuh lebih dahulu dari sistem perbankan konvensional.

“Namun kalau ada komitmen yang kuat dari pemegang saham untuk mengubah ke perbankan syariah, saya yakin segala kendala akan bisa dihadapi,” tegasnya

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Syariah Bank Kalsel, Agus Syabaruddin mengungkapkan, hingga Tahun 2018 ini, total aset yang dimiliki oleh Bank Kalsel Syariah sudah mencapai Rp1,3 triliun, sedangkan dana pihak ketiga mencapai Rp600 miliar. Lalu untuk kredit mencapai Rp700 miliar.

Walau memiliki perkembangan bisnis yang menggembirakan, Agus mengaku tetap berupaya melakukan sosialisasi yang intens kepada masyarakat terkait berbagai layanan perbankan yang dimiliki Bank Kalsel Syariah.

“Dengan jumlah penduduk muslim di Kalsel yang sangat besar, harusnya bisnis Bank Kalsel Syariah bisa lebih baik lagi dibanding sekarang. Inilah yang coba kita kejar sekarang agar makin banyak masyarakat Kalsel yang menggunakan jasa perbankan di tempat kami,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...