Batik “Jonegoroan” Bojonegoro Diperagakan di China

230
Ilustrasi batik – Dokumentasi CDN

BOJONEGORO — Empat motif batik “Jonegoroan” Bojonegoro, Jawa Timur, yaitu motif Surya salak Kartika, Pari Sumilak, Rancak Thengul dan Sekar Rosela, produksi Marely Jaya mengikuti peragaan batik bersama sejumlah negara di Beijing, China.

Desainer asal Jakarta Martini Suarsa, dari Beijing, Kamis, menjelaskan peragaan batik di Beijing yang diselenggarakan “United Nation Association Of Asian Culture Artist” dalam acara “The 21th Beijing Internasional Science and Technology Expo” berlangsung sejak 16 Mei.

“Acara berakhir hari ini dengan diikuti peserta dari China, Srilanka, Singapora, India, Vietnam,” katanya.

Dalam peragaan di acara itu melibatkan tiga modeling asal Bojonegoro yaitu Regina Aprillya Febrianda (duta wisata Bojonegoro 2018), Regita Wardani (Putra Putri Batik Bojonegoro 2018) dan Alma Alyzia Yasmin (Putra Putri Batik Bojonegoro 2018).

“Mereka menampilkan karya busana berbahan batik Bojonegoro dan ‘Painting’ Bojonegoro karya Zahida dari ‘MS Collection’,” kata dia menjelaskan.

Ia mengharapkan dengan kegiatan peragaan batik “Jonegoroan” di Beijing itu, agar negara lain tahu tidak hanya batik Indonesia, tapi juga dengan keberagamannya sesuai ciri khas daerah masing-masing.

Selain itu, ia juga meminta bagi para penggiat batik yang menyuarakan batik Indonesia bukan hanya mengambil dari sisi fashion semata, tapi juga harus bisa mengedepankan warisan budaya bangsa untuk dibanggakan di luar Indonesia.

“Semoga setelah acara ini masyarakat makin berani menunjukkan eksistensinya di manca negara dengan memamerkan budaya kita,” ucapnya menegaskan.

Menurut dia, China bukan negara pertama untuk mempromosikan batik “Jonegoroan”, karena sebelumnya juga pernah digelar pameran di ajang Internasional “Fashion Week Malaysia dan Singapore pada 2017.

Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Disbudpar Bojonegoro Enggarini Mukti, di Bojonegoro, yang dimintai konfirmasi membenarkan empat motif “Jonegoroan” mengikuti pameran modeling di Beijing.

“Ajang promosi di Beijing itu karena kecintaan desainer asal Jakarta Martini Suarsa kepada batik “Jonegoroan”,” ucapnya menegaskan.

Dalam acara itu Martini Suara bekerja sama dengan Disbudpar Bojonegoro, dan “WIldazzling Scholl”-Sekolah Modelling Bojonegoro yang dipimpin Wilda Wahyu dan perajin batik “Jonegoroan” Bojonegoro Marely Jaya yang dipimpin Ny. Pudji Rahayu.[ant]

Baca Juga
Lihat juga...