Batu Bara Dominasi Ekspor Balikpapan

Editor: Koko Triarko

357

BALIKPAPAN – Realisasi ekspor melalui Kota Balikpapan pada triwulan I 2018 hingga kini masih didominasi oleh industri batu bara, yakni sebesar USD 578 juta lebih.

Disusul oleh komoditi CPO/Palm Oil sebesar USD 147 juta lebih. Komoditi ekspor lainnya yang dikeluarkan melalui Kota Balikpapan Senipah Condensate, plywood dan fresh fish, sehingga realisasi ekspor pada triwulan I 2018 Kota Balikpapan mencapai USD 746 juta.

Kabid Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Pilipus Rimpa. –Foto: Ferry Cahyanti

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Balikpapan, Philipus Rimpa, komoditas ekspor yang dikirim melalui Balikpapan membutuhkan Certificate of Origin sebagai bukti, bahwa produk benar dari Indonesia, khususnya Balikpapan. Sehingga, produk dari Balikpapan itu bukan hanya dari Balikpapan, tetapi juga dari daerah di Kalimantan Timur.

“Dikeluarkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Ini yang membuktikan, bahwa benar produk Indonesia, Balikpapan. Karena mereka menginginkan kejelasan asal barang ekspor melalui Balikpapan,” ucapnya, di ruang kerjanya, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, realisasi pertumbuhan nilai ekspor Kota Balikpapan, setiap tahun mengalami peningkatan, kendati pada 2013 silam industri batu bara sempat mengalami penurunan harga.

Namun, kenyataannya setiap tahun pertumbuhan nilai ekspor melalui Balikpapan tetap tumbuh, meski tak signifikan.

“Ekspor Kota Balikpapan pada 2017 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 0,13 persen, dengan realisasi sebesar USD 2,5 miliar. Dan, tahun 2016 sebesar 0,47 persen,” terang Philipus.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan, di Balikpapan terdapat 33 eksportir. Namun dari jumlah itu, yang aktif hanya sekitar tujuh perusahaan.

“Itu mereka yang sudah punya kontrak dibayarkan oleh luar negeri. Dan, produk ekspornya rata-rata masih produk primer,” kata Philipus Rimpa.

Ada pun negara terbesar ekspor, menurutnya, tahun 2017 lalu adalah Cina, Korea, India, Filipina, dan Jepang. Sementara untuk 2018 pada triwulan pertama ini negara tujuan ekspor terbesar di antaranya Cina, India, Filipina, Korea, dan Itali. Termasuk lima besar tersebut, keseluruhan ada 22 negara yang menjadi tujuan ekspor dari Kota Balikpapan.

Terkait dengan kenaikan nilai tukar dolar yang mengalami kenaikan, Philipus menambahkan dengan kenaikan nilai tukar dolar sebenarnya ekspor mengalami peningkatan realisasi, namun untuk impor sebaliknya.

“Naiknya dolar tentu akan berpengaruh pada peningkatan realisasi dengan kontrak dolar, tapi sebaliknya untuk impor akan terasa biaya operasionalnya. Karena itu, ekspor tetap diusahakan naik, agar Balikpapan tetap mengalami surplus di bidang ini,” imbuhnya.

Baca Juga
Lihat juga...