BAZNAS Terima Zakat Mal dari Menag, Rp30 Juta

Editor: Koko Triarko

283

JAKARTA – Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, telah menyerahkan zakat mal sebesar Rp30 juta atas pendapatan pribadinya kepada Badan Amal Zakat Nasional (Baznas). 

Menurut Arifin, pembayaran zakat oleh Menteri Agama ini akan menjadi teladan bagi masyarakat untuk membersihkan setiap harta yang dimilikinya.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Agama, Bapak Lukman Hakim Syaifuddin, yang telah menjadi muzaki Baznas selama beberapa tahun ini. Kami berharap dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” kata Deputi Baznas, Arifin Purwakananta, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018).

Menurut Arifin, Baznas pada Ramadan ini telah memiliki berbagai program untuk memberikan pelayanan kepada para masyarakat yang menunaikan zakat dan masyarakat yang layak dibantu.

Program itu antara lain penyaluran paket Ramadan Bahagia, hidangan Berkah Ramadan, Masjid Cemerlang dan buka puasa bersama ribuan anak yatim.

Selain itu, ada Program Pesantren Ramadan Kampung Pemulung, Posko Baznas Siaga Mudik Lebaran, Pesantren Sociotechnopreneurship Baznas se-Jabodetabek, Teras Sehat dari Rumah Sehat Baznas, Aksi Layanan Aktif Baznas, dan pameran produk.

Baznas juga menyalurkan zakat melalui program pemberdayaan Zakat Community Development (ZCD), program microfinance, dan Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (PEM).

“Target penyaluran zakat pada Ramadan tahun ini di Baznas Pusat mencapai Rp22 Miliar untuk 57.000 mustahik yang akan menerima manfaatnya,” ujarnya.

Selain penyaluran, Baznas juga fokus pada layanan yang memberikan kemudahan pembayaran zakat dengan memperbanyak kanal pembayaran melalui digital, seperti transfer ATM, mobile banking, internet banking, dan SMS banking.

Ramadan pada tahun ini, Baznas menambah kemudahan dengan berzakat melalui Lazada dan Shoppee. Tidak hanya itu, masyarakat bisa berzakat dengan memanfaatkan fasilitas teknologi finansial seperti gopay, m-cash, t-cash, easypay, dan uang elektronik.

Inovasi pembayaran zakat lainnya, yakni melalui QR code yang ada di fasilitas publik seperti stasiun se-Jabodetabek, gerai zakat di 36 lokasi, restoran, kafe, dan masjid.

“Target penghimpunan zakat oleh Baznas se-Indonesia pada Ramadan tahun ini diharapkan dapat mencapai Rp3 triliun atau hampir 30 persen dari target nasional 2018 sebesar Rp8 triliun. Sementara, Baznas Pusat menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp54 miliar dari target tahunan Rp200 miliar,” paparnya.

Penyerahan zakat dari Menteri Agama diterima oleh anggota BAZNAS, Irsyadul Halim, didampingi Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta, dan Sekretaris BAZNAS, Jaja Jaelani, dan Kadiv Pengumpulan UPZ BAZNAS, Faisal Qosim.

Baznas adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) pada tingkat nasional.

Kelahiran UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran Baznas sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. Baznas berdiri di 548 daerah, provinsi dan kabupaten atau kota.

Baca Juga
Lihat juga...