Beer Radio Dalam di Razia Satpol PP

Editor: Mahadeva WS

277
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Yani Wahyu mengataka Beer Garden Radio Dalam sudah melanggar jam operasional selama bulan Ramadhan berdasarkan surat edaran Dinas Pariwisata DKI Jakarta sehingga diberikan sanksi administrasi, di Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018) - Foto Lina Fitria

JAKARTA – Polisi Pamong Praja DKI Jakarta merazia kafe Beer Garden Radio Dalam. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Yani Wahyu mengatakan razia tersebut dilakukan karena kafe tersebut buka saat Ramadan. 

“Dia (Beer Garden Radio Dalam) buka, harusnya tutup. Itu kan bar, dia restoran dan bar, barnya itu kan enggak boleh menyediakan minuman keras,” kata Yani, Senin (28/5/2018).

Menurut Yani, razia tersebut dilakukan menindaklanjuti laporan warga yang bernama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kecamatan Kebayoran Baru. Di dalam laporannya disebutkan, Beer Garden Radio Dalam sudah melanggar jam operasional berdasarkan surat edaran Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Berdasarkan surat edaran itu, Beer Garden melanggar Perda No.6/2015 tentang Kepariwisataan dan Pergub No.18/2018 tentang penyelenggaraan usaha pariwisata. Dimana aturan itu menyatakan kegiatan selama bulam Ramadan di tempat diskotik, bar, sauna, fitness, dan karoke diminta untuk tutup.

“Iya melanggar jam operasional dan kami telusuri selain melanggar jam operasional juga melanggar izin,” tandasnya.

Beer Garden juga dinilai melanggar izin operasional karena tempat tersebut tidak memiliki izin yakni Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB). Hal tersebut terungkap saat petugas Satpol PP yang melakukan pengawasan dan pengendalian memintanya.  “Tidak ada izin SIUP MB, siup MB itu Siup minuman beralkohol, engga ada dia,” tuturnya.

Saat ini Pol PP DKI Jakarta memberikan sanksi administrasi terhadap Beer Garden. Dan untuk proses selanjutnya akan dilakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk menindaklanjuti sanksi tersebut. “Kalau masih bandel juga sampai di akhir, nanti pencabutan TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata),” tegas Yani.

Lebih lanjut, Yani mengingatkan ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh penyelenggara tempat hiburan selama Ramadan. Ada aturan yang melarang tempat hiburan buka di tujuh hari tertentu. Tujuh hari itu di antaranya malam pertama dan kedua tarawih, malam nuzulul quran, dan malam takbiran. Kemudian juga dilarang buka di hari pertama hingga hari ketiga lebaran. “Tujuh hari itu wajib semuanya tutup, tanpa terkecuali,” tuturnya.

Selain itu Dia mempersilakan hotel untuk tetap buka namun harus memenuhi prosedur. Tak hanya itu edaran tersebut juga memperbolehkan tempat karoke yang tidak berada di dalam hotel untuk buka. Hanya saja buka dengan syarat jam operasionalnya dibatasi.

“Selebihnya selain hari itu boleh buka tapi yang mendukung hotel berbintang minimal bintang empat. Tempat karoke di luar hotel boleh, tapi jam operasionalnya dibatasi contohnya karoke eksekutip dia mulainya jam 20.30 sampai jam 01.30 WIB. Kemudian karoke keluarga jam 14.00 sampai jam 02.00 WIB tapi dengan ketentuan tidak menyedialam minuman beralkohol,” tegasnya.

Sebelumnya, Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan mendatangi Kafe Beer Garden, Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018) hingga Sabtu (26/5/2018) dini hari. Kafe tersebut ditengarahi telah melanggar jam operasi dan menjual minuman keras selama bulan puasa.

Baca Juga
Lihat juga...