Bertemu Jokowi, Asih Makin Terpacu Galakkan Literasi

Editor: Satmoko

305

LAMPUNG – Pascapertemuan pegiat literasi di Indonesia bersama Presiden Joko Widodo di Menteng Jakarta Pusat, membawa semangat baru bagi Asih Kurniawati (28) pegiat literasi Cetul Pustaka Nusantara asal Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan.

Asih Kurniawati menyebut, bersama 40 pegiat literasi dari Indonesia dan generasi muda Indonesia yang bergelut dalam industri digital bisa berdiskusi dengan presiden Jokowi terkait perkembangan literasi dan industri digital.

Pertemuan dengan konsep ngobrol santai dan buka bareng Jokowi digelar pada Rabu (23/5) lalu sekaligus penyerahan simbolis buku untuk relawan Pustaka Bergerak Indonesia.

Bersama relawan Pustaka Bergerak dari seluruh Indonesia Asih Kurniawati menyebut menerima paket buku yang diserahkan oleh presiden Jokowi dengan total sebanyak 1.600 buku bagi relawan Pustaka Bergerak Indonesia.

Presiden Joko Widodo menyerahkan buku pada Nirwan Ahmad Arsuka Ketua Pustaka Bergerak Indonesia pada kegiatan buka bareng dan ngobrol santai masa depan serta konsep Indonesia 4.0 di Jakarta baru baru ini [Foto: Ist/Henk Widi]
Ribuan buku tersebut merupakan  bagian dari 7.800 buku sumbangan relawan yang dikumpulkan sepanjang bulan April hingga Mei 2018 dan diterima oleh Nirwan Ahmad Arsuka.

Tambahan buku tersebut diakui Asih Kurniawati menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap dunia literasi khususnya Pustaka Bergerak untuk terus menebarkan virus literasi hingga ke pedesaan salah satunya di wilayah Lampung.

“Pertemuan dengan presiden Jokowi sekaligus menjadi motivasi bagi saya untuk terus menebar virus membaca. Terlebih dengan semakin bertambahnya variasi buku yang didukung oleh kiriman buku melalui program pustaka bebas bea atau free cargo literacy,” terang Asih Kurniawati, selaku pegiat Literasi Cetul Pustaka Nusantara saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (26/5/2018).

Asih Kurniawati menyebut, dukungan terhadap pegiat literasi bahkan terlihat dengan adanya undangan bagi sebanyak 40 pegiat literasi dari Pustaka Bergerak Indonesia (PBI) dan sejumlah pegiat literasi asal Lampung diantaranya Zainal Abidin dari Jabung Sai Pustaka, Sugeng Hariyono dari Motor Pustaka Roda Andalas,  Ardy Yanto dari  Motor Perahu Pustaka,  Eny Amalia dari Relawan Literasi Lampung, Radmiadi dari Perahu Pustaka dan relawan lainnya.

Pada pertemuan dengan presiden Joko Widodo tersebut Asih Kurniawati menekankan pesan presiden agar  Indonesia mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan teknologi.

Untuk itu jugalah generasi muda Indonesia harus mampu menyesuaikan perkembangan yang terjadi. Jokowi juga menambahkan perkembangan teknologi ini harus menjadi sebuah tantangan dan bukan sebagai ancaman.

“Akan sangat bahaya bagi negara kita jika telat dalam antisipasi perkembangan teknologi. Tapi lihat sekarang anak muda cepat menyesuaikan dengan perubahan,” demikian pesan Jokowi yang dicatat Asih Kurniawati.

Asih Kurniawati menyebut bangga karena diundang dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang juga sekaligus Ketua Umum Golkar, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan serta kreator lainnya, baik bloggers, influencer.

Ditambah hadir pula  CEO Bukalapak selaku platform jual beli berbasis digital. Pertemuan dan diskusi tentang perkembangan digital di Indonesia tersebut diakui Asih Kurniawati sekaligus menjadi  motivasi bagi Cetul Pustaka Nusantara untuk terus bergerak.

Pegiat literasi seperti dirinya terus berjuang bersama sang suami Sugeng Hariyono yang juga pegiat literasi Motor Pustaka Roda Andalas. Ia terus mendorong masyarakat bukan hanya sekedar membaca. Tetapi bagaimana masyarakat bisa mengimplementasikan apa yang dibaca dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi tersebut terlihat dengan adanya gerakan kampung literasi dan pelaku usaha berbasis usaha kecil memanfaatkan buku.

Perkembangan teknologi digital disebut Asih Kurniawati terus mendorong upaya mengimplementasikan minat baca masyarakat untuk mengembangkan berbagai bidang usaha.

Selain Pustaka Bergerak juga bekerjasama dengan perpustakaan desa (Perpusdes) Midang Belajakh Desa Pasuruan yang memiliki fasilitas komputer bisa dipergunakan untuk melatih generasi muda dalam kegiatan peningkatan minat baca berbasis digital.

Asih Kurniawati juga menyebut peranan Ketua  Pustaka Bergerak Indonesia Nirwan Ahmad Arsuka sangat mendukung perkembangan literasi di Indonesia. Melalui perjuangannya ia menyebut program pustaka bebas beas (free cargo literacy) telah mendukung kegiatan pegiat literasi dengan adanya pengiriman buku gratis.

Komitmen pemerintah untuk mendukung penuh gerakan masyarakat yang bahu membahu mengirim buku mengerahkan pengetahuan ke berbagai penjuru itu, tentu akan mengobarkan komitmen yang tak kalah kuat dari para relawan.

Komitmen tersebut adalah menjaga agar free cargo literacy ini tak disalahgunakan, agar gerakan lapak buku mendatangi warga benar-benar menjadi gerakan yang bermanfaat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mengukuhkan persaudaraan dan persatuan.

Baca Juga
Lihat juga...